Diagnosis dan Pencegahan Meningitis

https://www.ilmupenyakit.comDiagnosis

Diagnosis meningitis dan penentuan penyebab bergantung pada interpretasi dari jumlah sel darah putih CSS. Normalnya, CSS bersih, dengan jumlah glukosa mendekati dua pertiga dari nilai darah perifer, protein mendekati 4,5 g/l, dan kurang dari 5 sel darah putih.

Meningitis biasanya membuat perubahan dalam CSS. Jumlah sel darah putih sering meningkat diatas 1000/ml dengan meningitis bakteri. Sel darah putih dominan dalam neutrofil. Glukosa dan protein menurun. Diagnose akhir dibuat berdasarkan kultur.

Pada meningitis virus dan jamur (meliputi kriptokokus), biasanya sel darah putih meningkat, dengan limfosit yang dominan, glukosa relative tidak berubah, dan kadang peningkatan jumlah protein.

Kultur dan metode identifikasi langsung terhadap penyebab penyakit sering tidak dilakukan. Interpretasi jumlah sel darah putih pada CSS akan membantu memantau keefektifan terapi antibiotic.

Penatalaksanaan

Keberhasilan penatalaksanaan bergantung pada kecepatan pemberian antibiotic melalui darah otak ke ruang subarachnoid dalam konsentrasi yang cukup untuk mencegah multiplikasi bakteri. Antibiotic harus diberikan dengan tepat setelah diresepkan.

Edema serebral, syok, kejang atau koagulopati yang mungkin berkaitan dengan meningitis harus diatasi dengan metode standar. Selain antibiotic, pasien mungkin menerima kortikosteroid, mannitol, diazepam, atau fenitoin. Keseimbangan cairan dan elektrolit harus dipantau secara hati-hati untuk semua pasien meningitis.

Pencegahan

Vaksin haemophilus influenza tipe B (Hib) saat ini direkomendasikan sebagai bagian rutin dari vaksin pada anak. Vaksin meningokokus direkomendasikan pada keadaan terjangkitnya penyakit, untuk mereka yang melakukan perjalanan di Negara yang mengalami penyakit endemic atau epidemic, meliputi mereka yang pernah mengalami splenektomi.

Selain itu petugas kesehatan masyarakat secara umum meresepkan antibiotic profilaksis untuk pengurus rumah yang anggota keluarganya terjangkit H.influenza , atau meningitis meningokokus.

Tujuan profilaksis ini adalah untuk eradikasi pembawa orofaring dari organism ini untuk menurunkan risiko  terjadinya meningitis. Vaksin pneumokokus direkomendasikan untuk pasien dengan supresi imun, orangtua dengan penyakit kronik seperti diabetes, mereka yang lebih dari 65 tahun dan mereka dengan infeksi HIV.