Penatalaksanaan Diagnosis dan Gejala Infeksi Herpes Simpleks

https://www.ilmupenyakit.comInfeksi primer

Hampir semua orang yang terinfeksi tidak mengetahui episode pertama dari infeksi herpes simpleks. Pada gejala individu, infeksi primer adalah tahap di mana mungkin rasa nyeri muncul dan gejala memanjang pada tahap sesudah itu.

Gejala

Gejala dapat dicirikan dengan lesi dimulut, faring, kelopak mata, atau genital. Suatu saat lesi pada area ini akan berkelompok. Pejamu yang terinfeksi mungkin mengalami gejala umum seperti demam, sakit tenggorok, kelemahan dan limfadenopati.

Keparahan gejala karena kekebalan yang disupresi meliputi penyebaran penyakit yang luas dengan lesi yang tampak di area yang luas antara lain membrane mukosa dan kulit. infeksi primer mungkin berlangsung selama beberapa hari.

Masa laten

Virus, yang awalnya menginfeksi sel epitel membrane mukosa dan kulit akan menyerang sel saraf sensori selama masa laten. Pada masa ini virus tidak melakukan replikasi tetapi tetap hidup. Pada keadaan ini, adanya stresor emosi atau fisiologik dapat menyebabkan virus aktif kembali.

Reaktivasi infeksi

Virus melakukan replikasi pada reaktifitas dari infeksi baik dengan menunjukkan gejala atau tanpa gejala. Pada kasus lain, dapat terjadi penyebaran virus pada orang lain.

Umumnya, reinfeksi simtomatik tidak terlalu parah dan dalam waktu yang lebih singkat dari infeksi primer. Gejala yang muncul kembali dari infeksi mempunyai periode prodromal dan dapat diketahui dengan adanya sensasi gatal, panas, atau kesemutan.

Komplikasi

Komplikasi yang paling signifikan dari HSV adalah ensefalitis meskipun jarang, merupakan kasus fatal sekitar 60%-80%. HSV dapat muncul sebagai penyakit menular seperti pneumonia, colitis, atau esofagitis pada pasien AIDS. Suatu saat tersebar secara luas pada pasien dengan luka bakar yang berat.

Infeksi primer atau rekuren selama hamil dapat menimbulkan infeksi konginetal janin dan bayi baru lahir. Komplikasi dapat berupa infeksi local sampai dengan kelainan dan kadang meninggal.

Diagnosis

Diagnosis tentang virus herpes simpleks dapat dibuat dengan kultur virus atau tes serologic. Seringnya penggunaan tes usap Tzanck menggunakan kikisan dari lesi dan menambahkan pewarna khusus untuk langsung mengobservasi sel multinukleus raksasa yang menandakan HSV atau infeksi herpes zoster lain.

Penatalaksanaan.

Herpes simpleks ensefalitis dan infeksi neonatal umumnya diatasi dengan asiklovir. Asiklovir juga telah menunjukkan penanganan yang efektif untuk membatasi morbiditas dari episode awal pada herpes genital dan untuk munculnya kembali manifestasi herpes yang berat.