Penatalaksanaan Hepatitis C dan Hepatitis D

https://www.ilmupenyakit.comHepatitis C

Sampai saat ini, hepatitis Non-A, Non-B menunjukkan gambaran virus hepatitis yang bukan hepatitis A,B atau agens penyebab lain. Banyak dari hepatitis Non-A, Non-B ditularkan melalui parenteral.

Hal ini sebelumnya tidak diketahui dan  virus ini juga tidak diketahui dan sekarang teridentifikasi dan disebut hepatitis C. kemudian, tes antibody untuk memeriksa pasien terhadap agens ini telah tersedia.

Patofisiologi

Hepatitis C sekarang diperkirakan dapat menginfeksi sekitar 150.000 orang pertahun di Amerika Serikat. Hal ini dianggap menjadi penyakit yang ditularkan hampir selalu melalui transfuse darah.

Namun, ada bukti bahwa virus ditularkan melalui cara parenteral lain (menggunankan bersama jarum terkontaminasi oleh pengguna obat intavena dan tusukan jarum tidak disengaja dan cedera lain pada petugas kesehatan). Terdapat bukti lanjut di mana virus ditularkan melalui kontak seksual.

Diagnosis

Tes serologic saat ini dapat dilakukan untuk mendeteksi virus hepatitis C dengan antibody yang diinterpretasi secara terbatas. Banyak pasien yang memiliki gejala klinik dari virus hepatitis perlu dilakukan tes.

Tes fungsi hati digunakan untuk mendapat status hepatitis. Penyakit ini tidak terlalu dipahami pada saat ini, tapi peningkatan dan biasanya  ditemukan penurunan berulang enzim hati.

Dengan informasi ini dan tanda klinis lain, dipercaya bahwa sebanyak separuh dari semua pasien mengalami infeksi hepatitis C yang berkembang menjadi infeksi kronik. Hal ini telah menunjukkan penyebab utama penyakit hati kronik dan sirosis di Amerika Serikat.

Penatalaksanaan

Saat ini tidak diketahui terapi, vaksin, atau agens profilaktik pasca pemajanan yang diakui untuk hepatitis C. Petugas perawatan kesehatan harus mengikuti prinsip kewaspadaan umum untuk meminimalkan resiko penularan karena pekerjaan.

Prinsip ini didasarkan pada pemahaman bahwa populasi yang terinfeksi adalah carrier penyakit ini. Perhatian terhadap jarum dan kewaspadaan yang tepat harus digunakan pada semua pasien.

Hepatitis D (Hepatitis Delta)

Hepatitis D adalah virus yang bergantung pada virus B yang lebih kompleks untuk bertahan. Hepatitis D hanya merupakan resiko untuk mereka yang mempunyai antigen permukaan hepatitis B positif.

Hepatitis D dicurigai ketika pasien sakit akut dengan gejala baru atau berulang dan sebelumnya telah mengalami hepatitis B atau sebagai carrier hepatitis B.

Tidak ada tindakan spesifik untuk hepatitis D. pencegahan untuk virus ini dicapai sebagai keuntungan sekunder dari vaksin hepatitis B. perilaku preventif terhadap virus darah ini (tidak menggunakan jarum bergantian dan menggunakan kondom pada saat hubungan seksual) harus ditekankan untuk orang yang terinfeksi hepatitis B yang tidak terinfeksi hepatitis D.