Diagnosis dan Vaksin Virus Hepatitis B

https://www.ilmupenyakit.comDiagnosis

Tes sorologik untuk hepatitis akan member informasi diagnostic dan informasi tentang tingkat penularan dan kemungkinan tahap penyakit. Tes dilakukan langsung berhubungan dengan virus dan antibody yang dihasilkan pejamu dalam merespon protein tersebut.

Virus mempunyai inti dan bagian luar sebagai pelindung. Protein berhubungan dengan bagian antigen inti dan antigen permukaan. Tes laboratorium untuk antigen inti tidak tersedia, tetapi antigen permukaan sering menunjukkan HBsag, yang dapat dideteksi dalam beberapa minggu awal infeksi.

Peningkatan titer selama beberapa minggu dan juga terjadi penurunan pada tingkat yang tidak dapat dideteksi. Adanya HBsag menandakan infeksi saat itu dan tingkat penularan relative tinggi.

Antigen lain yang merupakan bagian dari virus disebut e antigen (HBsag). HBsag adalah penanda ketajaman yang sangat sensitive karena dapat dideteksi dalam perkiraan terdekat pada waktu penyakit klinis dan pada saat dimana tampak risiko menjadi lebih besar untuk menular.

Antigen ini menimbulkan antibody manusia. Antibody inti (disebut HBsab) adalah pertama yang dapat dideteksi. Antibody ini tampak segera setelah adanya HBsag, selama fase akut infeksi.

Antibody inti disebut sebagai IgM yang mempunyai konotasi pada infeksi saat ini dan nilai laboratoriumnya akan berkurang berkaitan dengan penyembuhan.

Keseluruhan antibody inti (diukur dengan antibody IgM dan IgG) akan tetap ada selama beberapa decade atau selama hidup. Hal ini menandakan bahwa pejamu pernah terinfeksi. Dengan cara ini, tes HBcab  dapat digunakan untuk menentukan epidemiologi untuk membandingkan risiko di berbagai komunitas.

Tanda awal penyembuhan infeksi tampak dari antibody HBeag. HBeag biasanya tampak saat HBsag muncul dan pasien biasanya dipertimbangkan mengalami infeksi.

Selama gejala klinik meningkat, tampak muncul antibody pada antigen permukaan  (HBsag). Adanya antibody permukaan menandakan kekebalan dan resolusi. Pada saat ini, pasien tidak dipertimbangkan menulari orang lain.

Pasien yang mengalami hepatitis B kronik terus menerus memiliki antigen permukaan selama periode waktu yang lama tanpa dugaan perkembangan antibody permukaan.

Vaksin

Vaksin hepatitis B dihasilkan dengan menggunakan antigen hepatitis B untuk menstimulasi produksi antibody dan untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi, keamanan, keefektifannya mendekati 90% dari vaksinasi.

Karena virus hepatitis B mudah ditularkan dengan jarum suntik di area perawatan kesehatan, maka vaksin saat ini direkomendasikan untuk semua petugas perawatan kesehatan.

Penurunan infeksi perinatal dan risiko penularan terjadi setelah kelahiran, vaksin hepatitis B diberikan secara rutin pada bayi setelah lahir.

Vaksinasi individual (yang sebelumnya tidak terinfeksi) akan memiliki serologi hepatitis B yang positif hanya pada HBsab. Inimenjamin kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin yang dapat dibedakan dari produksi alami, saat inti antibody juga ada.