Gejala dan Jenis Gangguan Prostat

https://www.ilmupenyakit.com“Gangguan-gangguan diatas diafragma bertendensi menggugah fikiran, sedangkan kelainan-kelainan di bawah diafragma pada umumnya memiliki efek depresi”.(ucapan dokter Yunani kuno).

Prostat adalah suatu kelenjar dari system reproduksi pria yang terletak diatas poros usus (rectum) dibawah kandung kemih. Kelenjar ini melingkari sebagian dari saluran urin dan sekresinya terutama berfungsi pada reproduksi seksual.

Pada pria dewasa biasanya kira-kira sebesar buah kenari dengan volume ± 20 ml

Gangguan-gangguan prostat

Dikenal tiga penyakit prostat, yaitu peradangan (prostatitis), pembesaran jinak dan kanker yang bersifat ganas.

Prostatitis adalah peradangan prostat yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi dengan kuman yang berasal dari infeksi kandung kemih. Gangguan ini terutama diderita pria dibawah usia 35 tahun.

Berciri demam tinggi mendadak, berkemih sulit dan nyeri pada punggung disekitar penis, ada kalanya sperma menganndung darah. Diagnosisnya dapat dilakukan dengan tes warna kemih dan pembiakan kemih, disamping pemeriksaan PSA.

Dapat ditanggulangi efektif selama 2-4 minggu dengan antibiotika yang daya penetrasinya baik ke dalam jaringan prostat, seperti ofloksasin dan kotrimoksazol yang keduanya membutuhkan resep dokter.

Kanker prostat sering kali dideteksi terlambat karena penderita tidak mengalami keluhan apapun. Dalam kebanyakan kasus ditemukan pada pemeriksaan darah dan bila nilai PSA terlampau tinggi.

Diagnosa dipastikan oleh dokter dengan mengambil sedikit jaringan prostat (biopsi) dengan alat khusus. Kanker ganas ini pada umumnya diderita lansia sangat lambat pertumbuhannya, bahkan dikatakan bahwa “banyak pria meninggal dengan kanker prostat dan tidak akibat kanker prostat”.

Pengobatan harus dilakukan oleh dokter spesialis dengan obat-obat khusus, antara lain dengan antihormon.

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pertumbuhan berlebihan dari prostat yang bersifat jinak dan bukan kanker. BPH pada umumnya diderita oleh kebanyakan pria pada waktu meningkatnya usia sehingga dinamakan “penyakit orang tua”.

Lebih dari separuh pria berusia diatas 50 tahun mengidapnya. Pembesaran dari kelenjar ini lambat laun menekan saluran urin sehingga menyulitkan berkemih dan ada kalanya dapat memblokir keluarnya urin.

Gejala penyakit ini yang hanya terdapat pada pria, merupakan antara lain;

  • Kesulitan untuk memulai berkemih;
  • Aliran urin yang lemah (menetes) dan tidak lampias;
  • Sering berkemih, juga pada waktu malam (nocturia);
  • Kadang-kadang “kebelet” dan tidak bisa menahan kencing (inkontinensi);
  • Ada kala sama sekali tidak bisa berkemih (retensi urin).