Gejala Dan Penyebab Penyakit Gondok

Foto Gejala Dan Penyebab Penyakit GondokKelenjar tiroid berada di bawah leher terletak tepat di bawah jakun. Gondok adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tumbuh lebih besar dari ukuran normal. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit namun hal ini membuat Anda sulit untuk bernapas dan makan. Kekurangan yodium merupakan penyebab utama penyakit gondok. Gondok dapat diobati dengan mengkonsumsi obat atau dengan cara operasi. Tetapi metode pengobatan tergantung pada ukuran gondok dan usia pasien.

Gejala:

Ada beberapa gondok yang tidak menimbulkan gejala apapun. Beberapa gejala umum terjadi seperti batuk, terasa padat pada tenggorokan dan kesulitan menelan. Gondok bisa menyebabkan suara serak dan kesulitan bernapas.

Penyebab:

Jika tubuh seseorang tidak mengandung yodium yang cukup maka hal ini dapat menyebabkan gondok. Kelenjar tiroid menghasilkan jumlah hormon tiroid secara normal bahkan ketika gondok membesar. Seseorang tidak dapat menyimpulkan dengan pasti, bahwa kelenjar tiroid yang tidak berfungsi dengan baik yang menyebabkan gondok berkembang.

Yodium sangat penting untuk menghasilkan hormon tiroid secara normal. Seseorang yang tidak mengkonsumsi yodium yang cukup dapat dengan mudah terserang gondok.

Penyakit Grave dapat menyerang kelenjar tiroid sehingga menghasilkan hormon secara berlebihan yang dapat menyebabkan gondok. Hal ini juga akan menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid. Demikian pula gondok juga dapat terjadi karena hipotiroidisme (kekurang produksi hormon tiroid) yang disebabkan oleh penyakit Hashimoto. Ini merupakan gangguan autoimun yang menyerang kelenjar tiroid yang menghasilkan tiroksin sangat rendah .

Dalam kasus yang jarang terjadi, hormon kehamilan yang disebut gonadotropin Chorionic Manusia dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid menyebabkan gondok. Peradangan pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan pembengkakan dan gondok.

Yang beresiko?

Gondok sering terjadi pada orang yang kurang mengkonsumsi yodium. Wanita lebih rentan terserang gondok akibat gangguan tiroid. Individu yang berusia lanjut, mereka yang memiliki gangguan autoimun, wanita yang berada dalam tahap menopause bisa terserang penyakit gondok. Pengaruh obat-obatan tertentu yang dikonsumsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan gondok. Gondok tidak akan membuat komplikasi apapun. Tapi gondok yang berukuran besar menyulitkan bernapas dan batuk.

Diagnosa:

Sangat mudah untuk mendeteksi gondok yang disebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang terjadi di bawah leher. Dokter dapat melakukan tes hormon untuk memeriksa tingkat thyroid stimulating hormone dan uji ultrasonografi.

Pengobatan:

Pengobatan gondok tergantung pada banyak faktor seperti usia orang, kondisi kesehatannya, ukuran gondok dan intensitas gejala. Untuk gondok berukuran kecil pengobatan tidak diperlukan. Obat-obatan seperti levothyroxine diberikan untuk mengobati hipotiroidisme yang pada akhirnya akan mengurangi sekresi TSH dari kelenjar pituitari. Untuk mengurangi pembengkakan, Anda dapat mengkonsumsi aspirin setelah berkonsultasi dengan dokter.

Pembedahan atau operasi gondok dilakukan untuk menghilangkan bagian dari kelenjar tiroid atau seluruhnya dan proses ini disebut tiroidektomi. Orang yang memiliki gondok besar dan gondok nodular dapat memilih untuk mengoperasinya. Tapi setelah operasi orang harus mengkonsumsi levothyroxine untuk mengatur kadar hormon tiroid. Bagi sebagian orang, dokter menggunakan yodium radioaktif untuk menekan kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Hal ini bisa menghancurkan kelebihan sel tiroid sehingga mengurangi ukuran gondok.

Bagi orang yang telah terkena gondok karena kekurangan yodium. Seseorang hanya dianjurkan mengkonsumsi makanan sehari-hari dengan yodium yang cukup. Susu sapi dan yoghurt merupakan sumber yang kaya yodium dan pastikan Anda mengkonsumsi 150 mikrogram yodium setiap hari. Udang dan kerang juga memiliki yodium yang cukup.