Diagnosis dan Penatalaksanaan Pada Pasien dengan Penyakit Thrombotic Thrombocytopenic Purpura (TTP)

Thrombotic Thrombocytopenic PurpuraTHROMBOTIC THROMBOCYTOPENIC PURPURA (TTP)

Kelainan ini merupakan sindrom trias: Anemia hemolitik mikroangiopati, Trombositopeni, dan Abnormalitas neurologik.

DASAR KELAINAN:

– Jumlah trombosit kurang dari normal.

I. DIAGNOSIS

A. Keluhan pokok

– Perdarahan.

– Sefalgi.

– Afasi.

– Demam.

– Gangguan kesadaran.

– Bingung-bingung.

B. Tanda penting

– Menyerang umur 20—50 tahun.

– Kejang-kejang.

– Hemiparesis.

– Suhu badan naik, bukan karena infeksi.

–  Pucat.

– Sakit perut.

C. Pemeriksaan laboratorium

– Anemi betas.

– Renikulositosis.

– Yang penting adanya mikroagiopati dengan fragmen eritrosit.

D. Pemeriksaan khusus —

II. KOMPLIKASI —

III. PENATALAKSANAAN

A. Terapi umum

1. Istirahat

2. Diet

3. Medikamentosa

Obat pertama:

– Plasmaferesis: 60—80 ml/kg BB plasma dikeluarkan dan diganti dengan plasma yang dibekukan (fresh frozen pkzsma/FFP).

– Prednison.

– Antitrombotik: aspirin, dipiridamol.

Obat alternatif —

4. Splenektomi

5. Kombinasi splenektomi + steroid + infus dextran.

B. Terapi komplikasi —

IV. PROGNOSIS

Dengan plasmaferesis;

– Prognosis TTP membaik, 80—90% sembuh sempurna.

–  Kelainan neurologis sembuh total.

–  20—30% menjadi kronis dan relaps.