Ciri Gejala dan Pengobatan Penyakit TBC Kulit

Ciri dan Gejala Penyakit TBC KulitTBC pada umumnya dikenal sebagai TB, adalah infeksi bakteri yang dikenal dengan Mikobakterium tuberkulosa bentuknya seperti batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Sedangkan dalam penyebarannya melalui kelenjar getah bening dan aliran darah ke organ dalam tubuh Anda.

Tuberculosis kerap dikenal sebagai penyakit flek paru-paru. Padahal TBC juga bisa menyerang organ lain seperti usus, kulit hingga kelenjar. Oleh sebab itu, ketika ada benjolan pada leher ataupun tubuh Anda waspadalah, sebab ini bisa jadi merupakan gejala Tuberkulosis Kulit, atau yang biasa juga disebut sebagai Skrofuloderma sebaiknya lakukan pemeriksaan karena akan membantu mendeteksi adanya TBC ekstra paru.

Selama ini, banyak sekali di antara kita yang mengira bahwa penyakit Tuberkulosis hanya menyerang paru-paru. Ternyata, penyakit TBC juga menyerang organ lain seperti usus, kulit, hati, otak, hingga kelenjar getah bening. TBC Kelenjar ditemukan di sekitar leher berupa pembesaran kelenjar getah bening. Selain di leher, kelenjar getah bening juga terdapat di beberapa bagian tubuh lain seperti ketiak, sela paha bahkan di dalam perut.

Gejala Penyakit TBC Kulit

Gejala dari penyakit TBC kulit, tidak akan dirasakan oleh penderita. Benjolan yang terjadi dapat terjadi tanpa disadari dan kemudian semakin membesar atau bahkan menyebar pada bagian tubuh lainnya. Pembengkakan ini disebabkan peradangan pada kelenjar getah bening yang disebabkan oleh bakteri TBC, (Mycobacterium tuberculosis). Setelah peradangan terjadi, tubuh pendertia mulai semakin lemah dan mudah lelah.

Pengobatan TBC Kulit

Untuk pemeriksaan dini, biopsi (pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium)
masih menjadi satu-satunya cara yang bisa membantu untuk mengetahui penyebab terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening pada tubuh.

Pengobatan penyakit TBC harus dilakukan terus-menerus secara rutin selama 6 bulan bahkan lebih. Selain itu, penjagaan kondisi tubuh juga harus selalu diperhatikan. Misalnya, dengan menganut pola gaya hidup sehat, makan dan olahraga teratur, istirahat yang mencukupi dan mengonsumsi multivitamin jika diperlukan.