Beberapa Pengecekan untuk Mengetahui Gangguan Fungsi Ginjal

Beberapa Pengecekan untuk Mengetahui Gangguan Fungsi GinjalBanyak hal yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal yang ada dalam tubuh setiap manusia. Jika ginjal itu tergolong ginjal yang normal maka ada 3 fungsi pokoknya ultrafiltrasi oleh glomerulus, reabsorbsi air dan padatan yang difiltrasi dalam tubulus, serta sekresi ion-ion organik dan non-organik tubulus.

Menangani penderita penyakit ginjal diperlukan bantuan pemeriksaan laboratorium. Disamping untuk menetapkan diagnosis penyakitnya, pemeriksaan laboratorium juga berperan untuk memantau fungsi ginjal. Pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal mempunyai arti penting agar dokter tidak hanya mampu mengatasi penyakitnya, tetapi juga untuk mengevaluasi fungsi ginjal penderita tidak bertambah parah.

Fungsi ginjal dapat dievaluasi dengan berbagai uji laboratorium secara mudah. Langkah awal dimulai dengan pemeriksaan urinalisis lengkap, termasuk pemeriksaan sedimen urin. Berbagai informasi penting mengenai status fungsi ginjal dapat diperoleh dari urinalisis. Pengukuran kadar nitrogen urea darah (BUN) dan kreatinin serum berguna untuk evaluasi gambaran fungsi ginjal secara umum.

Dalam keterbatasannya, kedua uji tersebut mampu membuat estimasi laju filtrasi glomerulus (LFG) yang akurat. Untuk menetapkan LFG yang lebih tepat dapat dilakukan pengukuran dengan klirens kreatinin atau klirens inulin atau penetapan LFG secara kedokteran nuklir. Evaluasi fungsi tubulus diukur melalui pengukuran metabolisme air dan mineral serta keseimbangan asam basa.

Orang yang mengidap penyakit ginjal kronis mungkin memiliki beberapa atau semua pengecekan berikut.

Kreatinin serum

Kreatinin adalah produk limbah dalam darah yang berasal dari aktivitas otot. Produk limbah ini biasanya dibuang dari darah melalui ginjal, tapi ketika fungsi ginjal melambat, tingkat kreatinin akanmeningkat. Biasanya hasil pemeriksaan  serum kreatinin digunakan untuk menghitung GFR.

Glomerular Filtration Rate (GFR)

GFR menggambarkan fungsi ginjal yang kita miliki dan umumnya diperkirakan dari tingkat kreatinin darah. GFR atau LFG (laju filtrasi glomerular) adalah tes terbaik untuk mengukur tingkat fungsi ginjal dan menentukan stadium penyakit ginjal. Para dokter biasanya dapat menghitung dari hasil tes darah kreatinin, usia Anda, ras, gender dan faktor lainnya.Penyakit ginjal lebih awal terdeteksi, semakin baik kesempatan untuk memperlambat atau menghentikan perkembangannya.

Asam urat (uric acid)

Asam Urat adalah produk akhir metabolisme purin (adenine dan guanine) yang merupakan konstituen asam nukleat. Asam urat terutama disintesis dalam hati yang dikatalisis oleh enzim xantin oksidase. Asam urat diangkut ke ginjal oleh darah untuk difiltrasi, direabsorbsi sebagain, dan dieksresi sebagian sebelum akhirnya diekskresikan melalui urin. Peningkatan kadar asam urat dalam urin dan serum (hiperuresemia) bergantung kepada fungsi ginjal, kecepatan metabolisme purin, dan asupan diet makanan yang mengandung purin.

Blood Urea Nitrogen (BUN)

Blood Urea Nitrogen (BUN) atau nitrogen Urea adalah produk limbah normal dalam darah anda yang berasal dari pemecahan protein dari makanan yang anda makan dan dari metabolisme tubuh. Hal ini biasanya dihapus dari darah Anda dengan ginjal Anda, tapi ketika fungsi ginjal melambat, tingkat BUN naik. BUN juga dapat meningkat  bila mengkonsumsi lebih banyak protein, dan dapat turun jika makan sedikit protein.

Protein Urine

Bila ginjal Anda rusak maka dapat terjadi kebocoran protein ke urin. Adanya protein dalam urin merupakan tanda awal penyakit ginjal kronis. Biasanya, hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Dengan menggunakan spesimen urin acak (random) atau urin sewaktu, protein dalam urin dapat dideteksi menggunakan strip reagen (dipstick). Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl urin. Lebih dari 10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria.

Osmolalitas urin test

Osmolalitas urin adalah pengukuran jumlah partikel terlarut dalam urin. Pengukuran ini lebih tepat dilakukan daripada berat jenis untuk mengevaluasi kemampuan ginjal untuk menghasilkan urine dengan konsentrasi pekat ataupun encer. Ginjal yang berfungsi normal akan mengeluarkan lebih banyak air ke dalam urin sebagai asupan cairan meningkat. Jika asupan cairan menurun, ginjal mengeluarkan air kurang dan urin menjadi lebih terkonsentrasi.

Pengujian dapat dilakukan pada sampel urin dikumpulkan hal pertama di pagi hari, pada sampel berjangka waktu beberapa, atau pada sampel kumulatif yang dikumpulkan selama periode 24-jam. Pasien biasanya akan memerlukan makanan protein tinggi selama beberapa hari sebelum ujian dan diminta untuk minum cairan malam sebelum pengujian.