Penularan Penyakit Hubungan Seksual Seperti Bola “Pingpong”

Penularan Penyakit Hubungan Seksual Seperti Bola PingpongSalah satu penyakit yang paling penting dan patut untuk diwaspadai adalah penyakit hubungan seksual. Karena penularan penyakit ini sangat tidak disadari dan diketahui. Anda harus waspada karena rata-rata penyakit menular seksual seperti bola ” pingpong” penularannya yang sangat berkaitan antara satu dengan yang lain.

Masalah penyakit hubungan seksual (PHS) merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Ada berbagai macam jenis PHS, diantaranya uretritis/servisitis gonokokus atau yang lebih dikenal dengan istilah kencing nanah, kandidosis vulvovaginalis/balanitis kandida atau infeksi jamur, trikomoniasis atau infeksi parasit, klamidia atau infeksi bakter dan sifilis atau raja singa.

Seseorang yang terjangkit masalah penyakit ini, maka dapat diketahui saat keluarnya cairan tubuh yang tidak normal dari alat vital, kecuali pada penyakit sifilis yang gejala awalnya terlihat luka pada alat vital. Cairan yang keluar bisanya berwarna putih, kekuningan hingga kehijauan dengan konsistensi cair atau kental. Selain itu, biasanya Anda juga akan merasakan rasa sakit atau panas saat buang air kecil, rasa gatal, merasa tidak nyaman pada perut bagian bawah, dan bahkan merasa sakit saat Anda behubungan berhubungan intim.

Sementara itu, pada sifilis, Anda akan menemukan luka yang tidak nyeri pada area vital dan dapat sembuh sendiri walaupun tidak diobati. Itulah sebabnya, sifilis seringkali tidak disadari dan bahkan dianggap enteng oleh penderitanya. Padahal, walaupun demikian namun bakteri penyebab sifilis yang dikenal dengan nama Treponema Pallidum tidak mati, melainkan terus berkembang di dalam tubuh penderita. Berkembangnya bakteri ini dapat menimbulkan gejala klinis berupa ruam pada tubuh pasien. Bila hal ini dibiarkan tanpa pengobatan, penderita akan mengalami infeksi yang dapat menjalar ke seluruh bagian tubuh seperti jantung dan susunan saraf pusat.

Dalam keadaan seperti inilah fenomena ‘ping pong’ bisa terjadi tanpa disadari. Misalnya pada awalnya si A menularkan penyakit hubungan seksual pada si B. Kemudian saat si A sudah sembuh, ia bisa tertular kembali dari si B saat berhubungan seksual. Begitu seterusnya. Untuk mencegah terjadinya fenomena ‘ping pong’ ini, kedua pasangan seksual ini harus mendapatkan pengobatan pada waktu yang bersamaan.