Efek Samping Dari Penghambatan Jenis Sel Tumor

https://www.ilmupenyakit.com1. Rontok rambut reversible akibat merusak kandung/folikel rambut pada kebanyakan sitostatika, yang sebisanya dapat dihindari dengan pemilihan obat tertentu.

2. Imunosupresi, yakni ditekannya system imun yang berakibat peningkatan resiko bagi berbagai jenis infeksi.

Terutama infeksi bakteri dan jamur yang sering kali bersumber dari flora lambung usus. Pada keadaan gawat perlu segera ditangani dengan antibiotika berspektrum luas secara i.v.

3. Karsinogen, yaitu obat sendirinya dapat mengakibatkan kanker pada waktu jangka panjang, akibat sifat mutagen terhadap DNA, khususnya leukemia akut akibat obat-obat alkilasi.

Sifat mutagenic dari sitostatika dapat mencetuskan kanker sekunder (secondary malignancy) adalah zat-zat alkilasi (siklofosfamida), penghambat topoisomerase II (epipodofilotoksin-induced leukemia), anthrasiklin (doksorubisin) dan anthrasendion (mitoksantron).

4. Nefrotoksis, yakni kerusakan ginjal akibat pengendapan Kristal asam urat. Pada pemusnahan jumlah besar sel tumor dengan pesat, terlepaslah zat-zat purin dan pirimidin yang dirombak menjadi asam urat.

Pengendapan dapat dihindarkan dengan obat pencegah encok alopurinol, yang menghambat pembentukan urat, juga dengan membuat kemih alkalis dengan natriumbikarbonat dan minum banyak air.

Nefrotoksisitas ini terutama dapat ditimbulkan oleh sitostatika senyawa platina (terkecuali karboplatin), metotreksat dan ifosfamida.

5. Gonadotoksis, yakni mengurangi jumlah sel kelenjar kelamin (gameto-genesis) dengan efek hilangnya libido, kemandulan permanen pada pria dan keguguran. Sterilitas dengan kemungkinan permanen terutama dapat disebabkan oleh zat-zat alkilasi.