Indikasi dan Kontraindikasi Sirkumsisi

Indikasi dan Kontraindikasi SirkumsisiIndikasi: agama; sosial; dan medis berupa fimosis suatu keadaan prepusium tidak dapat ditarik ke belakang/ membuka, kadang-kadang lubang di ujung prepusium hanya sebesar ujung jarum sehingga urin sukar keluar; parafimosis suatu keadaan prepusium tidak dapat ditarik ke depan/menutup sehingga glans penis dapat terjepit prepusium; kondiloma akuminata; pencegahan terjadinya tumor dan kelainan-kelainan lain yang terbatas pada prepusium. Penis yang bersih hanya terjamin jika prepusium terbuka. Smegma yang terbentuk di bawah prepusium diduga bersifat karsinogenik.

Kontra indikasi absolut: termasuk hipospadia yang merupakan kelainan anatomis diamana ostium uretra eksterna berada di bawah, tidak pada tempat normal; epispadia merupakan kelainan anatomis dimana ostium uretra eksterna berada di atas; kelainan darah dan haemofili.

Kontra indikasi relatif: termasuk infeksi lokal, infeksi umum dan diabetes melitus. Pada kedua keadaan ini, prepusium diperlukan untuk pembuatan uretra baru melalui operasi plastik dan rekontruksi.

Saat ini terjadi peningkatan laki-laki yang datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk dilakukan sirkumsisi atas indikasi medis.

KOMPLIKASI SIRKUMSISI

Yang umum terjadi adalah nyeri, edema, perdarahan, hematoma, infeksi dan penyakit Peyronie. Pada hematom yang besar dan terjadi pada fasia Buck, dapat terjadi fraktur batang penis. Sering disebabkan oleh suntikan anestesi lokal yang ujung jarumnya melukai vena dorsalis penis. Penis tampak miring, menonjol di pangkal, nyeri dan pada keadaan yang berat urin dapat tertahan.

Pada penyakit Peyronie salah satu korpus kavernosum mengeras akibat jaringan parut karena infeksi. Pada keadaan ini penis yang ereksi terasa nyeri sekali, penis miring ke sisi lesi.