Minyak Nabati dan Lemak Jenuh Untuk Kanker

https://www.ilmupenyakit.comMinyak nabati (kembang matahari, jagung, kedele) dianjurkan untuk dikonsumsi tiap hari, karena mengandung asam lemak tak jenuh yang esensial bagi tubuh. Asam lemak tak jenuh ini tidak dapat disintesa sendiri.

Lemak jenuh (mentega, margarine, minyak babi/sapi/domba/ayam) sebaiknya dikonsumsi sesedikit mungkin, karena mengandung banyak asam lemak-trans yang mudah diubah menjadi kolesterol dan tidak dapat digunakan untuk pembentukan prostaglandin “baik”.

Minyak kacang (tanah) hendaknya jangan digunakan berhubung kandungan arachidonat; untuk penggorengan sebaiknya digunakan sedikit mentega atau minyak kelapa.

Jenis-jenis kacang (cashew/mede, pistachio, walnut, hazelnut, pecan) mengandung banyak minyak tak jenuh serta mineral, dapat dimakan secukupnya dan sebaiknya dalam keadaan mentah.

Minyak ikan mengadung asam lemak omega (EPA,DHA) yang bekerja antitumor karena mendesak arachidonat dari membrane sel dan membentuk prostaglandin “baik” (dari tipe E1 dan E3) tanpa efek stimulasi tumor.

Oleh karena itu dianjurkan untuk makan beberapa kali dalam seminggu ikan berlemak seperti makril, salem, tongkol, herring dan sardencis.