Imunitas dan Pencegahan Umum Malaria

https://www.ilmupenyakit.comImunitas

Dinegara tropis, dimana malaria endemis seperti di Indonesia, rakyat semenjak lahir sudah mengalami infeksi dengan parasit malaria sehingga ini memperoleh derajat imunitas yang agak tinggi.

Setelah terjadi infeksi yang berulang, maka antara tubuh dan parasit terjadilah suatu keseimbangan, sehingga serangan panas-dingin menjadi lebih ringan dan kurang nyata. Imunitas ini akan pudar setelah beberapa tahun bila tidak terjadi infeksi ulang.

Tindakan pencegahan umum

Tindakan pencegahan umum perlu diusahakan untuk menghindari kontak antara manusia dan vector (nyamuk anopheles) dengan cara membasmi nyamuk dan larvanya.

Begitupula menghilangkan penyebaran infeksi oleh manusia dengan pengobatan semua jenis demam di daerah malaria dengan obat antimalaria.

Yang juga sangat efektif adalah penggunaan obat-obat penangkal serangga (mosquito repellent) seperti minyak sereh, DEET (diethyltoluamide) dan dibutilftalat pada malam hari, berbaju lengan panjang dan menggunakan kelambu tempat tidur yang sebaiknya diimpregnir dengan insektisida permetrin (anjuran WHO) yang menurut perkembangan baru dapat bertahan sampai 5 tahun.

Walaupun telah dijalani kemoprofilaksis penyakit malaria (misalnya pada wisatawan) tetap timbul, dapat disebabkan antara lain:

1. Cara profilaksis yang tidak tepat

2. Tidak patuhnya minum obat (non compliance)

3. Jenis profilaktikum yang digunakan tidak tepat.