Obat Penyakit Lepra

https://www.ilmupenyakit.comKlofazimin: Lampren

Derivate fenazin ini (1967) juga memiliki sifat bakterisid berdasarkan pengikatan pada DNA sehingga fungsinya diblokir. Kerjanya lambat sekali dan efeknya baru nyata sesudah kurang lebih 50 hari.

Basil-basil di dalam mukosa dan kulit dimusnahkan, kecuali di tempat yang sulit dicapai, seperti dalam saraf dan otot, yang memerlukan waktu lebih lama.

Begitu pula untuk mengeluarkan seluruh basil dari jaringan. Disamping itu klofazimin juga berkhasiat antiradang dan khusus digunakan pada bentuk LL dan terhadap benjolan (ENL).

Zat ini juga digunakan pada tuberculosis yang multi resisten dan terhadap infeksi dengan Mycobacterium avium (MAI) pada pasien AIDS.

Resorpsinya dari usus lambat dan kurang baik (50%), kadar puncak darah baru dicapai setelah 8-12 jam. Zat ini bersifat lipofil kuat, ditimbun dalam jaringan lemak dan makrofag dari system tangkis untuk kemudian dilepaskan lagi secara berangsur-angsur.

Plasma t ½ nya lama sekali, kurang lebih 70 hari, maka dapat ditakarkan secara intermiten. Ekskresinya berlangsung terutama lewat tinja.

Efek samping terpentingnya berupa pewarnaan merah yang reversible dari kemih, keringat, air mata dan selaput mata, ludah, dan tinja.

Gangguan lambung usus biasanya baru terjadi sesudah 6 bulan. Lebih serius adalah pengendapan Kristal klofazimin pada dinding usus dan di cairan mata pada dosis tinggi yang diperlukan pada ENI, sehingga penggunaannya lebih dari 3 bulan tidak dianjurkan.

Dosis: lepra lepromateus bersama dapson dan rifampin: 3x seminggu 100 mg + 1x sebulan 300 mg d.c selama minimal 2 tahun atau sampai pembiakan apus kulit menjadi negative.

Pada ENL: 2-3 dd 100 mg selama maks.3 bulan. Infeksi basil tbc multiresisten atau M. avium: 2-3 dd 100 mg bersama 2-3 obat tbc lain.

Minyak kaulmogra: Oleum Hydnocarpi.