3 Bentuk Klinis Kusta

https://www.ilmupenyakit.comLazimnya kusta dibagi dalam 3 bentuk klinis dengan sifat-sifat khusus, yakni:

1. Lepra tuberkuloid (LT), juga disebut lepra paucibacillair adalah bentuk terlokalisasi dengan 1-5 luka (laesio). Bentuk ini paling sering terjadi, kurang lebih 75% dari semua penderita, tidak bersifat menular dan agak mudah disembuhkan. Pasien LT ternyata masih memiliki daya tangkis imunologi yang agak baik.

Gejala pertama berupa noda-noda pucat di kulit yang hilang rasa dan penebalan saraf-saraf yang nyeri di berbagai tempat di tubuh, biasanya sangat nyata di cuping telinga, muka, tangan dan kaki.

Bila tidak diobati saraf-saraf tersebut akan dirusak, menjadi hilang rasa dan mudah terluka. Karena luka-luka ini tidak dirasakan oleh penderita, biasanya luka menjadi borok serius dengan merusak jaringan.

Akibatnya adalah cacat hebat sekunder, terutama ditelapak kaki dan jari tangan yang akhirnya menjadi bunting. Basil lepra hanya dapat di deteksi dalam jumlah kecil (Lat.pauci = sedikit, pelafalan pauki) pada luka-luka LT.

2. Lepra lepromateus (LL), juga disebut lepra multibacillair, adalah bentuk tersebar yang bersifat sangat menular, lebih sukar dan lebih lama disembuhkan.

Bentuk ini bercirikan benjol kemerah-merahan kecil (nodule) yang penuh dengan basil (Lat. Multi = Banyak), dengan hampir semua saraf perifer terkena infeksi.

Lebih sering timbul gejala berupa demam, anemia dan turunnya berat badan. Lagi pula dapat timbul deformasi akibat infiltrate dimuka, kelumpuhan urat saraf muka (paresis facialis) dan mutilasi hidung karena keruntuhan tulang rawan, yang menyebabkan pasien “berparas singa”.

Kelumpuhan dan kebutaan sering kali terjadi pada kasus ini. Kerusakan saraf terjadi lebih lambat di bandingkan pada LT. Bila tidak diobati, selain saraf juga organ dalam akan di rusak.

3. Lepra borderline (LB) adalah kombinasi dari LT dan LL, yang dapat dibagi lagi dalam 3 bentuk peralihan. Tergantung dari cirinya masing-masing bentuk disebut tuberculoid borderline (LTB), lepromateus borderline (LLB) dan lepra tak tertentu.

Diagnose.

Perkiraan terjangkitnya penyakit lepra harus diwaspadai bila:

a. Timbul bercak-bercak pada kulit yang hilang warna pigmennya dan hilang perasaan terhadap, misalnya, tekanan dan suhu;

b. Penebalan atau pekanya urat saraf dan

c. Terdapatnya basil tahan asam dari apus kulit dari selaput lendir hidung yang tidak dapat dibiakkan secara biasa.

Diagnose definitive tercapai dengan membiakkan secara khas basil-basil ini pada telapak kaki tikus dengan hasil positif. Pada semua bentuk Lepra DNA kuman dideteksi melalui reaksi polymerase barantai. Prosedur ini adalah untuk menentukan efektifitas pengobatan..