Reaksi Mantoux dan Vaksin BCG

https://www.ilmupenyakit.comReaksi Mantoux (reaksi tuberculin, 1907)

Dilakukan untuk menentukan belum atau sudahnya seseorang terinfeksi basil TBC. Reaksi ini dilakukan dengan penyuntikan intradermal dari tuberculin, suatu filtrate dari pembiakan basil yang mengandung produk pemisahannya (protein) yang khas.

Reaksi positif tampak sebagai kemerah-merahan setempat dan menunjukkan terdapatnya antibodies terhadap basil TBC didalam darah.

Hal ini berarti bahwa yang bersangkutan pernah mengalami infeksi primer atau telah divaksinasi dengan BCG. Antibody tersebut telah menjadikannya kebal terhadap infeksi baru. Orang dengan reaksi tuberculin positif harus diperiksa lebih lanjut sputum dan paru-parunya dengan sinar rontgen.

Reaksi negative berarti bahwa orang bersangkutan belum pernah mengalami infeksi primer. Ia lebih mudah diserang TBC dari pada orang dengan reaksi positif.

Vaksin BCG (Basil dari Calmette dan Guerin).

Daya tangkis orang dengan reaksi tuberculin negative dapat diperkuat melalui vaksinasi dengan vaksin BCG. Vaksin ini mengandung basil TBC sapi yang telah dihilangkan keganasannya (virulensi) setelah dibiakkan di laboratorium selama bertahun-tahun.

Vaksinasi meninggalkan tanda bekas luka yang nyata, biasanya dilengan bawah dan memberikan kekebalan selama 3-6 tahun terhadap infeksi primer dan efektif untuk rata-rata 70%.

Vaksin BCG terutama efektif untuk menghindari TBC miliar dan TBC meningitis. Bayi didaerah dengan insidensi TBC besar sering kali di imunisasi dengan BCG secara rutin.