Resistensi Kolonisasi

https://www.ilmupenyakit.comDengan Resistensi kolonisasi (RK) dimaksudkan ketahuan suatu organ (saluran cerna dan saluran kemih, bronchi, rongga mulut dan tenggorok) terhadap kolonisasi, yaitu pertumbuhan kuman pathogen berlebihan pada mukosanya.

Pada Infeksi Saluran Kemih (ISK), efek pembilasan uretra dengan jalan berkemih secara teratur memegang peranan penting karena mengakibatkan pelepasan sel-sel epitel kandung kemih, yaitu tempat melekatnya kuman.

Sebetulnya saluran kemih adalah steril, namun bila terdapat Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan kolonisasi SK maka dalam kebanyakan kasus sudah terjadi juga kolonisasi di dalam usus besar.

Diusus besar biasanya terdapat keseimbangan antara kuman aerob yang bisa menimbulkan Infeksi Saluran Kemih (ISK) dab kuman anaerob yang jumlahnya berganda.

Antibiotika broad spectrum yang diserap kurang baik oleh usus, seperti ampisilin, tetrasiklin dan sulfonamide (usus) membunuh banyak bakteri anaerob dengan akibat terganggunya keseimbangan.

Oleh karena itu kuman aerob (Coli, Klebsiella, Proteus, dsb) tidak terhalang lagi perbanyakannya; pertumbuhannya pun memarak dan terjadilah kolonisasi usus.

Dengan demikian resiko penularan ke Saluran Kemih (SK) dan terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK) diperbesar.