Pengaruh Derajat Keasaman Kemih

https://www.ilmupenyakit.comDerajat keasaman kemih.

Pada umumnya kemih bereaksi netral atau asam lemah. Namun pada infeksi dengan sejumlah kuman, reaksinya menjadi basa.

Misalnya Proteus, Enterobacter, suku-suku Pseudomonas dan Stafylococcus sapr, dapat membentuk enzim urease yang menguraikan ureum dengan membebaskan amoniak dalam kemih.

Keasaman kemih dapat mempengaruhi aktifitas obat sebagai berikut:

1. pH asam (di bawah 5,5) memperkuat daya kerja nitrofurantoin, tetrasiklin, kloksasilin, nalidiksat, pipemidinat dan methenamin

2. pH basa memperkuat daya kerja sefalosporin, gentamisin dan eritromisin.

3. pH tidak penting pada ampisilin, amoksisilin, trimetoprim dan kotrimoksazol.

Bila diperlukan, urin dapat dibuat asam dengan pemberian amoniumnitrat, tetapi usaha ini tidak berguna bila terdapat infeksi dengan kuman yang mampu menguraikan ureum.

Pada penderita gangguan ginjal perlu berhati-hati berhubung dengan bahaya acidosis. Urin dapat dibuat alkalis dengan pemberian natriumbikarbonat (4 dd 3 g) atau dengan natriumsitrat.