Gejala Inveksi HIV dan Obat Antiretroviral

https://www.ilmupenyakit.comGejalanya berupa supra infeksi hebat dengan fungi (candidiasis mulut/tengkorak) dan virus (Herpes dan CMV). Karena system imun penderita sudah menjadi sangat lemah (CD4+ limfosit count ≥ 200ml), maka berbagai infeksi kuman sekunder (infeksi oportunistik) dapat menghinggapinya (antara lain tbc dan sejenis pneumonia tertentu, pneumocystis carinii) serta tumor-tumor ganas (Kaposi sarcoma, limfoma) yang akhirnya mengakibatkan kematiannya.

Prevensi utama terdiri atas menghindari kontak seksual tanpa perlindungan (safe sex denga kondom), menggunakan jarum injeksi bersih (pecandu, akupuntur) dan menggunakan darah transfuse yang bebas HIV.

Vaksin anti AIDS belum dapat dibuat karena HIV sering bermutasi, pada mana susunan salut proteinnya yang berfungsi sebagai antigen berubah secara kontinu. Adalah sangat sulit membuat vaksin terhadap beribu-ribu mutan yang terbentuk.

Obat-obat antiretroviral                                                               

Obat-obat yang kini tersedia untuk terapi AIDS terdiri atas dua kelompok, yakni reverse transcriptase inhibitors dan protease in hibitors.

Semua obat ini menghambat enzim RT, sehingga sintesa DNA virus (bertolak dari RNAnya) dan multiplikasinya dicegah. Hanya bekerja virustatis tetapi virus-virus laten tidak dimatikan.