Virus Yang Menginfeksi Seumur Hidup

https://www.ilmupenyakit.comBerlainan dengan infeksi virus lainnya (cacar, campak, influenza, dan lain-lain) infeksi dengan HIV bersifat permanen karena sulit sekali memusnahkan seluruhnya.

Virus dapat bersembunyi di sel-sel tubuh, terutama dalam CD4+ memory cells dan di SSP tanpa dapat dideteksi dan tanpa menimbulkan gejala untuk bertahun-tahun lamanya.

Virus laten ini tidak dapat dimusnahkan oleh obat. Bila suatu waktu system imun melemah, virus laten dapat mendadak menjadi aktif kembali.

Selain itu HIV mampu bermutasi berulangkali secara spontan dengan adakalanya membentuk varian yang lebih ganas (virulen).

HIV-1 dan HIV-2 adalah dua tipe HIV, yang hanya dapat ditulari melalui selaput lendir yang mengalami kerusakan (kecil). HIV-1 terdapat diseluruh dunia, sedangkan HIV-2 praktis hanya di Afrika Barat.

Penularannya terbatas pada kontak homoseksual (genitor-anal), pengguna drugs melalui alat suntik dan penerima darah transfuse yang tercemar.

HIV-2 kurang lancar penularannya baik seksual maupun dari ibu ke anak disbanding HIV-1, juga jalannya penyakit lebih lambat. Kedua tipe utama ini memperlihatkan banyak sub tipenya.

HIV sub tipe E telah diemukan beberapa tahun lalu. Berbeda dengan kedua Tipe HIV (HIV-1 dan HIV-2) suku ini berdaya melintasi mukosa utuh pada kontak heteroseksual (juga oral) dan pada tahun-tahun terakhir bertanggung jawab atas merajalelanya AIDS dengan pesat di Afrika dan Asia Tenggara.

Penularan terutama terjadi melalui darah, mani dan cairan vaginal, akibat penggunaan jarum suntik terinfeksi (pecandu narkotika) dan transfuse darah tercemar, serta kontak seksual tanpa perlindungan (kondom) dengan seorang pembawa HIV.

Virus juga dapat ditularkan pada bayi oleh Ibu seropositif, selama hamil atau persalinan, begitu pula melalui air susu ibu (ASI).

Telah dipastikan bahwa penularan tidak dapat terjadi melalui liur (ciuman, batuk, bersin dan minum dari gelas yang sama) karena jumlah virus didalam liur terlampau kecil, tidak pula melalui sengatan nyamuk. Oleh karena itu pergaulan social dengan pasien AIDS tidak perlu dihindari.