HIV Self Test dan Mekanisme Kerja HIV

https://www.ilmupenyakit.comHIV Self Test.

Sejak tahun 2000 dibegeri Belanda sudah dapat diperoleh HIV-selftestkit (serupa dengan pregnancy test kid) untuk memeriksakan diri sendiri terhadap infeksi HIV.

Tetapi di beberapa Negara Eropa penjualan test demikian dilarang. Keuntungan dari test ini adalah kemudahan bagi orang untuk mentes diri sendiri, mengingat bahwa sebagian orang sungkan atau takut menjalani pemeriksaan public.

Kendalanya adalah tidak ada counseling dan pengarahan lanjutan oleh seorang preofesional, disamping semua tes demikian tidak 100% dapat dipercaya, walaupun diklaim bahwa kepekaan dan spesifisitasnya masing-masing > 99,9% dan > 99,6%.

Mekanisme Kerja HIV.

HIV adalah virus RNA yang termasuk kelompok retrovirus. Virus ini memasuki sel-sel limfosit T, monosit dan makrofag.

Lalu enzim reverse-transcriptase (RT) mentranskripsi RNA-nya menjadi DNA, dengan kata lain RNA-nya membuat kopi DNA.

Kemudian DNA ini mempenetrasi intisel dan diinkorporasi kedalam genom sel limfo-T, yang diperintahkannya untuk memproduksi protein virus baru.

Pada replikasi itu terbentuk protein precursor besar, yang oleh enzim HIV protease dirombak menjadi protein-protein lebih kecil yang disusun di salut protein dari virus.

Sel tuan rumah mengeluarkan virus-virus baru itu dan sendirinya akan mati. Jadi HIV seakan-akan mengubah limfosit menjadi pabrik untuk memproduksi virus-virus baru. (genom = keseluruhan gen dalam inti sel).