Slow Virus dan Virus Baru

https://www.ilmupenyakit.comVirus-virus baru

Pada dasawarsa terakhir dunia telah dilanda sejumlah penyakit Virus baru yang hebat dan sering kali bersifat epidemic. Yang paling ganas adalah AIDS yang diakibatkan infeksi dengan HIV.

Meskipun adanya ikhtiar bersama secara besar-besaran dari ilmuwan diseluruh dunia, hingga kini belum ditemukan obat yang dapat dikatakan ampuh.

Hepatitis pun mulai menjadi masalah seluruh dunia juga, sedangkan dengue dan Ebola, Lassa dan Hanta merupakan epidemic-epidemi kecil di Asia Tenggara, Afrika dan Amerika.

Menjelang akhir abad ke-20 di Hongkong timbul virus Influensa unggas yang pertama kali ditularkan kepada manusia via kontak langsung dari ayam/burung. Kemudian ditahun 2003 dunia dilanda oleh virus SARS yang pertama kali muncul di China pula.

Fakta yang sangat mencolok dari epidemic-epidemi baru tersebut adalah bahwa virus-virus baru itu kebanyakan berasalkan dari jenis-jenis hewan tertentu, misalnya virus Influenza bermukim di babi dan ternak bersayap, sedangkan virus demam kuning dan AIDS pada mulanya terdapat pada kera.

Karena virus mampu memperbanyak diri dengan pesat dan mudah bermutasi secara spontan, maka cepat sekali terbentuk varian-varian baru. Akibat suatu mutasi yang tak terduga, virus-virus hewan mendadak dapat ditularkan ke manusia.

Para ahli meramalkan bahwa di masa depan akan selalu muncul virus-virus baru yang dapat mencetuskan epidemic-epidemi serius yang mengancam manusia.

Slow virus

Disamping itu, masih ada sejumlah penyakit yang hingga kini belum diketahui penyebabnya, tetapi menurut perkiraan ditimbulkan oleh infeksi pada usia muda sekali dengan suatu “slow virus” yang tidak dikenal.

Misalnya diabetes tipe 1, rema (arthritis rheumatic), multiple sclerosis (M.S), keletihan kronis (M.E., Chronic Fatigue Syndrome) dan bentuk-bentuk kanker tertentu.