Morbus Basedowi dan Miksedema Pada Kehamilan

https://www.ilmupenyakit.comPenyakit kelenjar tiroid pada kehamilan

Penyakit kelenjar tiroid dapat terjadi dalam dua bentuk:

1. Morbus basedowi (hipertiroidisme)

2. Miksedema (hipotiroidisme)

Pada kehamilan kelenjar tiroid bekerja lebih berat karena kebutuhan metabolisme yang meningkat sekitar 15% sampai 25%. Dapat dijumpai kelenjar tiroid yang makin membesar sehingga tampak jelas.

Morbus basedowi (hipertiroidisme)

Hormone kelenjar tiroid yang meningkat dapat menimbulkan gejala klinis sebagai berikut:

a. Tremor (dapat dites dengan kertas pada tangan)

b. Aktivitas gerak meningkat

c. Jantung berdebar dengan nadi cepat

d. Bola mata menonjol

Penyakit Morbus basedowi pada kehamilan dapat saling mempengaruhi yang menimbulkan kerugian:

1. Penyakit  morbus basedowi dapat mempengaruhi kehamilan:

a. Kehamilan berakhir dengan keguguran, persalinan premature

b. Dapat terjadi dekompensasio kordis terutama kala pengusiran

2. Pengaruh kehamilan terhadap penyakit morbus basedowi

a. Meningkatnya kebutuhan hormone tiroid, dapat menyebabkan kelenjar tiroid makin bertambah besar.

Miksedema (hipotiroidisme)

Kadar hormone tiroid dalam darah yang rendah sering menimbulkan gangguan pertumbuhan secara menyeluruh, wanita menjadi kerdil dan terdapat gangguan patrun menstruasi sehingga sulit menjadi hamil

Penyakit ini jarang dijumpai dengan gejala wanita kerdil (cebol), kulit kering dan lembut, lekas lelah, lidah besar dan suara serak.

Sikap bidan dalam menghadapi penyakit gangguan kelenjar tiroid adalah melakukan konsultasi dengan dokter atau merujuk penderita ke tempat dengan fasilitas cukup.