Gangguan Sekretorik dan Dermatosis Seborea

https://www.ilmupenyakit.comGangguan Skretorik

Fungsi skretorik yang utama dari kulit dilaksanakan oleh kelenjar keringat yang membantu mengatur suhu tubuh. Kelenjar ini mengekskresikan cairan keringat yang akan mengevaporasi sehingga mendinginkan tubuh.

Kelenjar keringat terletak dalam berbagai bagian tubuh dan bereaksi terhadap berbagai stimulus yang berbeda. Kelenjar keringat pada batang tubuh umumnya responsif terhadap stimulasi termal; kelenjar pada telapak tangan dan kaki responsif terhadap stimulasi saraf; dan kelenjar pada daerah aksila serta dahi responsif terhadap kedua jenis stimulasi tersebut.

Biasanya kulit yang basah terasa hangat dan kulit yang kering cenderung terasa dingin. Namun demikian, kaidah ini bukan kaidah yang kaku dan selalu demikian.

Tidak jarang kita menemukan keringat dingin. Kulit yang hangat tetapi kering terdapat pada pasien dehidrasi, dan kulit yang sangat panas serta kering khususnya dijumpai pada beberapa keadaan demam (febris).

Dermatosis Seborea

Seborea merupakan keadaan terjadinya produksi sabum (sekret dari kelenjar sebasea) yang berlebihan pada daerah-daerah tempat kelenjar tersebut terdapat dalam jumlah yang besar (wajah, kulit kepala, alis mata, kelopak mata, pada kedua sisi hidung serta bibir atas, daerah malar [pipi], telinga, aksila, di bawah payudara, lipat paha dan lipatan gluteus di daerah pantat).

Dermatitis seborea merupakan kelainan inflamasi kronik kuilt dengan predileksi di daerah yang banyak dipasok dengan kelenjar sebasea atau yang terletak di antara lipatan kulit tempat bakteri trdapat dalam jumlah yang besar.