Penyebab Penyakit Skorbut

https://www.ilmupenyakit.comMetabolisme Vitamin C

Sumber vitamin C didalam bahan makanan terutama buah-buahan segar dan dengan kadar yang lebih rendah terdapat juga didalam sayuran segar.

Didalam buah, vitamin C terdapat dengan konsentrasi tinggi dibagian kulit buah, agak lebih rendah terdapat didalam daging buah dan lebih rendah lagi didalam bijinya.

Defisiensi vitamin C memberikan penyakit yang disebut skorbut. Kerusakan terjadi didalam jaringan yang terdapat didalam rongga mulut, ditulang dan gigi geligi.

Juga terdapat kerusakan pada saluran darah. Pada dasarnya kerusakan mengenai matrix jaringan ikat dan zat perekat antar selular.

Pada dinding pembuluh kapiler, zat perekat antar selular defektip, sehingga sel-sel endhotel saling renggang dan terjadi perdarahan.

Mula-mula tampak perdarahan di permukaan kulit berbentuk titik-titik kecil, disebut hemorrhagia punctata, yang semakin lebar menjadi bercak-bercak, disebut petechia, yang kemudian dapat saling berkonfluensi menjadi ecchymosa.

Dengan test fragilitas kapiler dapat diperlihatkan menurunnya daya tahan terhadap tekanan darah, berarti meningkatnya fragilitas dinding (mudah menjadi rusak) kapiler  darah tersebut. Pada pemeriksaan radiologis (pemotretan  X-ray) terlihat perdarahan subperiostal pada tulang panjang.

Bila jaringan tubuh ada dalam kondisi jenuh oleh vitamin C maka dari dosis yang diberikan parenteral, sebagian besar akan diekskresikan didalam urine; sebaliknya bila suplai vitamin ini didalam jaringan tidak mencukupi, maka sebagian besar dari dosis vitamin C yang diberikan akan diretensi didalam tubuh dan sedikit sekali yang ekskresikan didalam urine.

Didalam jaringan tumbuhan dan hewan tertentu, vitamin C disintesa dari beberapa jenis gula: D-glukosa, fruktosa, sukrosa dan D-galaktosa.

Pentose tidak dapat diubah menjadi vitamin C meskipun struktur molekulnya lebih dekat kepada vitamin ini. Marmot, perimata dan manusia tidak mempunyai kesanggupan untuk mensitesa vitamin C, sehingga harus mendapatkannya dari luar tubuh dalam bentuk makanan atau bentuk pengobatan.

Vitamin C dapat dioksidasi secara reversible menjadi dehydro vitamin C dan katabolisme lebih lanjut menghasilkan asam oksalat.

Vitamin C terdapat tersebar didalam berbagai jaringan; dalam urutan konsentrasi yang semakin menurun ialah: jaringan retina, pituilary gland, corpus luteum, adrenal cortex, thymus, hati, otak, testes, ovarium dan sebagainya.

Kadar vitamin C didalam jaringan tubuh dan didalam darah yang dianggap normal ialah 0,8-10 mg%, tanpa disertai ekskresi dari dosis percobaan yang meningkat. Didalam buffy coat kadarnya adalah 24,2 mg%.

Penyakit infeksi akut maupun menahun menurunkan kadar vitamin C didalam darah. Dikemukakan bahwa antara kadar vitamin C di dalam Buffy coat dengan kadarnya didalam jaringan tubuh terdapat korelasi yang positif yang sangat erat; jadi kadar vitamin C didalam jaringan tubuh

Vitamin C diekskresikan terutama didalam urine, sebagian kecil didalam tinja dan sebagian kecil lagi didalam keringat.

Defisiensi vitamin C memberi gejala-gejala, penyakit skorbut. Kerusakan terutama terjadi pada jaringan rongga mulut, pembuluh darah kapiler dan jaringan tulang.