Penyakit Addison

https://www.ilmupenyakit.comInsufiensi Kortikal Adrenal

Penyakit Addison umumnya akibat kerusakan autoimum dari kelenjar adrenal. Penyebab lain meliputi penyakit infeksi, adrenallektomi, sepsis Grampositif, insufisiensi pituitaria dan invasi tumor. Melanjutnya akibatpenyakit tersebut mengakibatkan anaemia, anoreksia, diare,hipotensi, lesu, nausea, dan kehilangan berat badan.

Komplikasi yang berkaitan dengan kelainan ini adalah kegagalan umpan baik dari kelenjar adrenal ke kelenjar pituitaria. Ini menyebabkan peningkatan hormon adrenokortikotrofik (ACTH) yang membuat hormon yang menstimulasi melanosit (MSH) dan pengendapan melanin dalam kulit.

Secara klasik kulit menjadi coklat perunggu, warna ini menetap setelah pemajanan matahari. Proses menjadi hitam pada awalnya dapat terlihat pada buku-buku jari, siku, lipatan telapak tangan dan mukosa intra-oral.

Secara intraoral penyakit tersebut ditandai oleh hipermelanosis yang tampaknya sama dengan melanoplakia. Polanya tidak unik dan dapat terdiri atas bercak-bercak biru hitam multipel atau biru-hitam menyeluruh, coret-coret difus dari pigmentasi coklat tua.

Biasanya daerah-daerah yang berpigmen berbentuk makula, tidak menimbul, coklat dan bervariasi bentuknya. Paling umum terjadi di mukosa pipi dan gusi, tetapi pigmentasi dapat juga meluas ke lidah dan bibir.

Biopsi bukanlah diagnostik dan dianjurkan uji kortisol serum. Terapi penggantian dengan kortikosteroid akan mengurangi hiperpigmentasi sedikit demi sedikit; karenanya derajat pigmentasi oral adalah indikator yang sensitif dari keefektifan terapeutik. Perubahan-perubahan sementara dari pigmentasi dalam pasien yang dirawat dapat merupakan indikasi dari terapi yang tak memadai.