Hypervitaminosis A dan Hyperkarotinemia

https://www.ilmupenyakit.comHypervitaminosis A

Hypervitaminosis A praktis tidak ditemukan di Indonesia, namun demikian kemungkinan untuk itu harus dipertimbangkan, bila seorang anak mendapat konsentrat minyak ikan untuk jangka waktu panjang dan mendapat keluhan-keluhan. Anak akan menunjukkan hambatan pertumbuhan, nyeri pada tulang panjang, terutama didaerah-daerah titik tumbuh.

Gejala akut mungkin pada kegiatan intervensi gizi dimana diberikan massive oral dosis diatas 200.000 SI sekaligus. Anak muntah dan ada pula yang melaporkan mendapat mencret-mencret, meskipun kondisi terakhir ini masih diragukan hubungannya dengan dosing vitamin A tersebut.

Bila massive dosing vitamin A dihentikan, maka gejala-gejala hypervitaminosis A akan menghilang dengan cepat dalam 1-2 hari.

Pada orang dewasa yang mengkonsumsi dosis satu juta SI vitamin A untuk beberapa hari berturut-turut timbul gejala-gejala nausea, vomitus, rasa sakit kepala.

Terdapat pula hyperhemoglobinemia dengan peningkatan jumlah sel erithrocyt. Rambut mudah rontok juga dilaporkan timbul pada kondisi hypervitaminosis A.

Hyperkarotinemia

Pada konsumsi karotinoid berlebih, kadar karotin didalam darah meningkat dan terdapat warna kuning diseluruh tubuh, menyerupai kondisi icterus. Penegasan diagnose dilakukan dengan penentuan kadar karotin didalam darah dan kadar bilirubin.

Anamnesa makanan akan sangat membantu apakah telah terjadi konsumsi karotin dosis tinggi untuk jangka waktu sebelum timbul gejala-gejala tersebut.

Dari sudut klinik, gejala-gejala hyperkarotinemia tidak memberikan keluhan sakit, kecuali dari sudut kosmetik, kulit berwarna kuning. Warna kuning pada hyperketonemia tidak mengenai kuku dan sclera mata; pada icterus, sclera dan kuku ikut berwarna kuning.