Mengenal Penyebab Anemia Pada Manusia

https://www.ilmupenyakit.comAnaemia adalah suatu keadaan terganggunya pengiriman oksigen ke jaringan-jaringan tubuh yang diakibatkan oleh defisiensi dalam sel-sel darah merah, hemoglobin atau volume darah total.

Dasar penyebab dari anemia meliputi bertambahnya kerusakan sel-sel darah merah akibat dari hemolisis, bertambahnya kehilangan darah akibat dari perdarahan dan berkurangnya produksi sel-sel darah merah akibat dari keadaan defisiensi nutrisi dan supresi sumsum tulang.

Anemia bukanlah suatu diagnosis akhir, tetapi merupakan suatu tanda dari penyakit yang menjadi dasarnya. Jadi penyebab dari anemia harus selalu dicari.

Defisiensi besi adalah tipe anemia yang paling umum, seringkali mengenai wanita usia pertengahan dan anak-anak usia belasan tahun. Defisiensi vitamin B12 dan asam folat juga akan menyebabkan anemia dan memberi tanda-tanda oral dari keadaan tersebut.

Anemia menimbulkan perubahan-perubahan khas dalam penampilan membran dalam mukosa mulut. Manifestasi-manifestasi ini, meskipun mengarah ke arah anemia, tetapi tidak membantu membedakan tipe anemia yang menyebabkan tanda-tanda yang terlihat tersebut. Analisis morfologi sel darah merah dianjurkan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Manifestasi intraoral dari anemia paling menonjol pada lidah. Dorsum lidah pada awalnya tampak pucat dengan papila-papila filiformis yang rata. Atrofi yang berlanjut dari papila mengakibatkan suatu permukaan tanpa papila-papila, yang tampak licin, kering, dan mengkilat.

Keadaan ini secara umum disebut sebagai “bald tongue” (lidah gundul). Pada tahap akhir tampak lidah yang seperti daging atau merah padam, mungkin disertai dengan aphthae oral.

Penderita anemia mungkin mengeluh bahwa lidahnya terasa sakit (glosodina) atau terbakar (glosopirosis). Bibir dapat menjadi tipis dan tegang, sedangkan lebar mulut dapat tampak sempit.

Tanda-tanda klinis yang lain yang berkaitan dengan anemia mencakup keilitis angularis, ulserasi aphthosa, disfagia, eritema dan erosi mukosa, pucat, napas pendek, letih, pening dan nadi yang tak teratur.

Penderita defisiensi vitamin B12 dapat mengeluh turunnya berat badan, lemah, gangguan neurologik seperti kebas dan pegal pada ekstremitas-ekstremitas dan sulit berjalan.

Tetapi harus diarahkan untuk mengoreksi penyebab dasarnya. Perbaikan sesudah terapi tercermin pada perubahan-perubahan dalam penampilan mulutnya.