Obat Tradisional dan Obat Khusus Untuk Kutu Kepala

https://www.ilmupenyakit.comMinyak tanah

Obat rumah tangga yang sejak dulu sering digunakan dengan efektif adalah campuran dari minyak tanah dan minyak kelapa (dalam perbandingan 1:2) yang dimasase kedalam rambut kepala. Kemudian kepala ditutup dengan handuk atau kap mandi plastic dan setelah 8 jam dicuci dengan sabun atau sampo.

Minyak kelapa melepaskan telur dari rambut dan minyak tanah mematikan kutu dan telur.

Malation (prioderm)

Dibanyak Negara sudah lama digunakan sebagai pengobatan standar terhadap kutu rambut. Insektisida ini sangat efektif terhadap kutu, larva dan juga telurnya, serta tidak menimbulkan resistensinya.

Lagi pula memiliki efek sisa, artinya setelah penggunaan dihentikan, daya kerjanya masih bertahan selama ± 3 bulan. Dengan demikian selama masa tersebut tidak dapat terjadi infeksi baru.

Efek samping pada penggunaan yang tepat ringan sekali, yakni kadang-kadang ketombe dapat memperburuk untuk sementara waktu dan timbul reaksi kepekaan berlebihan berupa kemerahan dan gatal.

Lindan (=gameksan, komb peditox)

Berkhasiat kuat mematikan kutu dan larva, tetapi terhadap telurnya kurang efektif. Krem atau lotion 0,5% dimasase kedalam rambut dan setelah 8 jam dicuci bersih dengan seksama. Setelah 8 hari penggunaan harus diulang untuk mematikan kutu yang menetas dari telurnya.

Obat ini (linden 1%; komb. Scabicid) juga ampuh terhadap penyakit kulit kudis (scabies). Dikulit tungau betina menggali saluran-saluran kecil dilapisan tanduk dan bertelur disitu.

Saluran-saluran itu tampak dengan jelas terutama pada tangan, pergelangan, sikut, ketiak, pelir dan telapak kaki. Gejala lainnya adalah bintil-bintil diseluruh tubuh (eksantema).

Untuk pengobatannya sediaan lindan 1% (komb. Scabicid) dioleskan tipis-tipis pada seluruh tubuh, setelah 10 jam dicuci dengan sabun. Bila perlu penggunaan dapat diulang 24 jam kemudian.

Efek samping

Bila digunakan terlalu lama lindan dapat diserap oleh kulit dan menimbulkan gejala seperti hilang nafsu makan, kelemahan otot, gemetar dan gangguan saraf.

Tetapi pada penggunaan dalam kadar biasa dan sesuai aturan pakai, efek-efek tersebut praktis tidak terjadi. Sejak tahun tujuh puluhan dinegara barat telah terjadi kekebalan (resistensi) terhadap lindan, tetapi di Indonesia belum diterima laporan demikian.

Karena lindan yang diserap dapat merusak janin, maka wanita hamil harus berhati-hati menggunakannya, begitu pula wanita yang menyusui dan anak kecil.

Perhatian

Karena sifat beracun semua insektisid, setelah masase kulit kepala dengan obat-obat tersebut diatas, tangan harus segera dicuci dengan baik. Diperhatikan jangan sampai obat masuk kedalam mata dan kepala, jangan ditutup dengan handuk atau alat lain untuk menghindari penyerapan kedalam kulit.