Cara Pemeriksaan Kencing Nanah

Cara Pemeriksaan Kencing NanahILMUPENYAKIT.COM – Gonore atau kencing nanah merupakan suatu penyakit yang mempunyai insidens yang tinggi diantara penyakit menular seksual yang lain dan penyakit ini tersebar di seluruh dunia secara endemik, termasuk di Indonesia.

Di Amerika Serikat dilaporkan setiap tahun terdapat 1 juta penduduk terinfeksi gonore. Pada umumnya diderita oleh laki-laki muda usia 20 sampai 24 tahun dan wanita muda usia 15 sampai 19 tahun.

Para pakar metropole mengemukakan bahwa penyakit gonorrhea jika tidak mendapat perhatian yang serius maka, mudah menyebar yang akan menyebabkan kematian.

Pemeriksaan gonore atau kencing nanah dilakukan dengan mengambil sampel cairan dari tubuh yang terinfeksi dan juga memeriksa sampel urine. Mengambil sampel cairan dari serviks, uretra, anus, atau rektum sayangnya akan menyebabkan ketidaknyamanan ringan atau rasa nyeri.

Kebanyakan wanita merasa bahwa prosedur pemeriksaan mirip dengan pemeriksaan panggul dan pap smear. Beberapa pasien akan merasa sedikit kram saat alat pemeriksa berada di dalam vagina.

Pada saat pengambilan sampel dari leher rahim dapat terjadi sedikit perdarahan dari vagina. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, pasien dapat mengalami pusing mendadak atau pingsan (yang sering disebut vasovagal syncope) karena takut atau sakit saat dimasukkan ke uretra. Cara memeriksa kencing nanah dengan mengambil sampel dari mata biasanya tidak menimbulkan rasa sakit kecuali pada kelopak mata yang terinfeksi luka.

Bagaimana Cara Memeriksa Kencing Nanah

Cara memeriksa kencing nanah melibatkan pengujian sampel cairan tubuh atau urin untuk melihat apakah bakteri gonorrhea (Neisseria gonorrhoeae) hadir dan menjadi penyebab infeksi.

1.   Tes gonore normal.

Hal ini berarti tidak ada antigen gonorrhea atau DNA ditemukan. Jika metode menggunakan Gonorrhea culture, hasil ini berarti tidak ada bakteri gonorrhea yang tumbuh. Pengujian untuk Penyakit Menular Seksual lain mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebab dari setiap gejala gonore yang ada.

2.   Abnormal.

Antigen gonorrhea atau DNA ditemukan. Jika metode menggunakan Gonorrhea culture, hasil ini berarti ada bakteri gonore yang tumbuh.

Apa Saja Hal-hal yang Dapat Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan

  • Kencing dalam waktu 2 jam sebelum mengumpulkan sampel urin.
  • Kontaminasi sampel dubur dengan tinja.
  • Pada wanita, douching atau menggunakan krim vagina atau semprotan dalam waktu 24 jam sebelum tes pemeriksaan.
  • Penggunaan antibiotik sebelum pemeriksaan.

Apa yang harus anda lakukan setelah pemeriksaan Kencing Nanah

  • Jika anda mencurigai terinfeksi gonore, hindari hubungan seksual sampai hasil pemeriksaan diterima. Jika hasil menunjukkan infeksi gonore, jangan berhubungan seksual selama 7 hari setelah awal pengobatan. Pasangan seks Anda juga harus dirawat untuk menghindari infeksi gonore kembali menginfeksi Anda atau untuk menghindari menulari orang lain.
  • Jika Anda memiliki infeksi gonore, semua mitra seks dalam 60 hari terakhir harus diperiksa dan diobati. Selain itu anda juga disarankan untu melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual lainnya, termasuk infeksi HIV.
  • Hanya satu tes laboratorium (ELISA, DFA, PCR, tes DNA probe, atau Gonorrhea culture) yang diperlukan untuk mendiagnosa kencing nanah. Dokter spesialis penyakit kelamin Anda yang akan memilih metode pemeriksaan mana yang akan tepat untuk anda.
  • Sampel yang diambil untuk pengujian gonore dapat diambil dari berbagai bagian tubuh yang terinfeksi.
  • Tes amplifikasi asam nukleat (NAAT) lebih akurat daripada Gonorrhea culture karena dapat mendeteksi bakteri gonorrhea baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
  • Tes Gonorrhea culture dapat dilakukan setelah tes amplifikasi asam nukleat positif (NAAT) atau tes Hibridisasi asam nukleat (DNA probe test) bila dokter anda menemukan bahwa mungkin bakteri gonore yang anda miliki memiliki kekebalan terhadap antibiotik.