Pengobatan dan Obat Khusus Asma

https://www.ilmupenyakit.comUntuk meringankan sesak napas dapat digunakan suatu zat bronchodilator, yakni zat yang berdaya melebarkan bronchi. Untuk ini tersedia beberapa obat bebas (W) yang mengandung teofilin dan efedrin (Bronchopylin, Asmadex).

Obat-obat ini juga memperpanjang masa tenggang antara dua serangan. Penggunaan kedua obat ini perlu dengan hati-hati karena efedrin dapat menimbulkan efek samping tidak nyaman (debar jantung, gelisah). Anak kecil (dibawah usia 2 tahun) dan lansia sangat peka terhadap efek samping dari teofilin.

Bentuk asma dapat diobati dengan obat-obat ekspektoran dan adakalanya antihistamin untuk meredakan refleks batuk. Bila timbul sesak napas dianjurkan untuk berendam atau mandi (shower) air hangat selama 5-10 menit.

Pengobatan Oleh Dokter

Sekarang ini pengobatan dasar ditujukan untuk menghilangkan peradangan guna menghentikan perburukan proses asma. Untuk ini diperlukan obat semprot (aerosol).

Dengan kortikosteroida lokal, yakni turunan prednison, yang tidak bekerja sistemis (melalui darah) melainkan setempat di bronchia. Banyak digunakan adalah kortikosteroidainhalasi, antara lain beklometason, budesonida dan flutikason.

Sering kali zat-zat ini dikombinasi dengan salbutamol, salmeterol atau fenoterol yang berkhasiat sebagai bronchodilator. Juga ipratropium dan tiotropium digunakan untuk maksud ini.

Obat-Obat Tersendiri

a. Teofilin (Bronchophylin) bersama kofein terdapat dalam daun teh dan berkhasiat anti kejang terhadap bronchi serta menstimulasi kerja jantung dan pernapasan. Efek melebarkan bronchi tergantung dari kadar dalam darah, yang berdekatan dengan efek toksisnya.

Sebagai efek samping dapat terjadi mual dan muntah, pada overdose debar jantung, aritmia, gemetar dan sukar tidur. Anak kecil sangat peka terhadap efek sampingnya.

Dosis: 3-4 kali sehari 125-250 mg teofilin mcrofine (sangat halus).

b. Efedrin (komp dengan teofilin: Asmadex) adalah obat asma tertua dan terdapat dalam tumbuhan Cina Ma Huang. Berkhasiat bronchodilatasi agak lemah dengan efek samping lebih buruk, yaitu debar jantung, gelisah dan sukar tidur. Pada orang yang peka, dosis rendah sudah dapat membahayakan jantung.

Dosis: 2-4 kali sehari tablet dari 25-50 mg, dalam tetes hidung (anti-mampat) larutan 1%, digunakan maksimal selama 1 minggu.