Obat dan Penanganan Wasir Oleh Dokter

https://www.ilmupenyakit.comBila obat-obat bebas kurang berhasil, bagi dokter masih tersedia sediaan-sedian yang berkhasiat lebih keras, yaitu yang mengandung kortikosteroida hidrokortison, perdnisolon (Scheriproct, Borragional-S) atau fluokortolon (Ultraproct).

Hormon-hormon anak ginjal ini berkhasiat mengatasi peradangan dan gatal-gatal berkat efek menciutkan pembuluh.

Keburukannya adalah bila digunakan terlalu lama zat-zat ini akan menipiskan dinding wasir dan memperbesar risiko perdarahan.

Terdapat pula supositoria/salep kartikosteroida yang kombnasi dengan antihistamin klemizol (Ultraproct) dan difenhidramin (faktu).

Atau juga kombinasi dengan lidokain, seperti  Borragional-S, haemocain dan Ultraproct-N, yang ternyata lebih efektif untuk mengurangi peradangan serta meredakan rasa nyeri dan gatal-gatal.

Berhubung risiko penipisan dinding dan perdarahan, sediaan-sediaan yang mengandung kortikosteroida sebaik-baiknya jangan digunakan lebih lama dari 1 minggu.

Dalam keadaan parah atau sering kambuh dan tidak dapat diatasi lagi dengan obat-obat tersebut di atas, perlu sekali untuk konsultasi dokter spesialis bedah.

Untuk wasir demikian biasanya harus dilakukan pembedahan, pembekuan denga nitrogen cair atau penyemprotan dengan suatu obat pngeras pembuluh (obat sklerotik).

Suatu cara efektif adalah mengikat wasir-dalam dengan karet sehingga tidak menerima darah lagi dan terjadilah mati jaringan (necrosis). Keuntungan dari kedua cara terakhir adalah mudah dilakukan, hanya dalam waktu singkat dan hampir tidak nyeri.

Perhatian!

Untuk wasir dengan perdarahan tidak dianjurkan untuk menggunakan sediaan wasir apapun dan perlu sekali konsultasi dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Begitu pula untuk wasir pada kehamilan yang sukar sembuh.

Obat-Obat Tersendiri

1. Lidokain (lignokain, Lidonest) termasuk zat anestetik lokal, yang sekali digunakan pada mukosa dan kulit untuk meredam rasa nyeri, terbakar dan gatal-gatal.

Berlainan dengan banyak zat pemati rasa lainnya lidokain tidak menimbulkan hipersensitasi bila digunakan setempat. Disamping penggunaannya dalam salep, tetes telinga dan pada praktik dokter gigi, lidokain sering kali digunakan untuk mencegah aritmia jantung setelah infart jantung.

Dalam salep 5% jarang memberikan efek samping, tetapi penderita jantung harus berhati-hati menggunakannya.

2. Setrimida (Borrogionol-N) adalah suatu zat dengan aktivitas permukaan yang masuk golongan quats (basa amonium quaterner), bersamaan dengan dequalinium dan benzalkonium.

Semua zat berkhasiat sangat kuat mematikan kuman serta jamur dan banyak digunakan sebagai antiseptik pada tablet isap terhadap nyeri tenggorok (Degirol, sentril) dan dalam sediaan obat wasir.

Dosis: salep wasir 2-3 kali sehari, supositoria wasir 1-3 kali sehari.