Pengobatan dan Obat Khusus Sariawan

https://www.ilmupenyakit.comPengobatan Sariawan oleh Dokter

Bagi dokter masih tersedia sejumlah obat keras untuk penderita sariawan serius, yaitu kartikoida, zat-zat pengetsa, dan antibiotika fungisid.

Kortikoida. Sangat ampuh untuk meredam peradangan dan nyeri adalah preparat dengn hormon anak-ginjal. Yang tersedia adalah triamsionolon dalam pasta mulut yang dioleskan pada selaput lendir (orabase).

Zat-zat pengetsa.

Pada sariawan yang hebat, dahulu sering kali dokter menggunakan zat-zat yang mengetsa (merusak jaringan) untuk memusnakan afte. Zat demikian dioleskan langsung pada luka, misalnya metakresolsulfonat/metanal (Albothy).

Meskipun sangat pedih karena merusak ujung-ujung saraf halus, namun sangat efektif untuk menyembuhkan tukak. Penggunaannya harus hati-hati, agar jaringan sekitar tukak tidak terkena obat dan dirusak.

 Tersedia pula beberapa obat kombinasi dari lidokain dengan suatu zat antibiotik, misalnya neomisin. Pada sariawan akibat candida, yang tidak dapat diatasi dengan povidon-id, dokter dapat memberikan antibiotika dengan efek mematikan jamur. Yang sering diberikan adalah nistatin dan amfetorisin sebagai tablet isap.

Obat-Obat Tersendiri

1. Povidon-iod (betadine) adalah suatu senyawa kompleks dalam larutan air, yang berangsur-angsur melepaskan iod. Elemen ini merupakan zat pembunuh kuman kuat terhadap dengan daya kerja cepat, juga berkhasiat antivirus dan antijamur.

Banyak digunkan untuk desinfeksi kulit dalam bentuk larutan air 10%, salep dan obat kumur. Perlu berhati-hati penggunaanya pada permukaan kulit rusak yang luas karena dapat diserap ke dalam darah.

2. Klorheksidin (Hibitane, Minosep) ± sama daya mematikannya bagi kuman, terhadap virus dan jamur tidak ampuh. Daya kerjanya dihambat oleh Sabun dan nanah.

Banyak di gunakan untuk perawatan luka, antara lain sebagai krem dan larutan/spray untuk desinfeksi radang tenggorok (tablet hisap 2,5 mg) dan sebagai obat kumur (larutan 0,2%) terhadap radang gusi serta dapat mencegah terbentuknya plak gigi.

Dosis: pada permulaan nyeri tenggorok setiap 1-2 jam 1 tablet isap, maksimal 6 tablet sehari.

3. Dequialinium (degirol) termasuk kelompok zat kimia Quats, dengan khasiat anti bakteri dan antifungi, yang daya kerjanya dikurangi oleh sabun dan nanah. Digunakan sebagai antiseptik tetes mata dan tenggorok, juga untuk desinfeksi peralatan dokter.

Dosis: pada permulaan nyeri tenggorok setiap 1-2 jam 1 tablet hisap, maksimal 6 tablet sehari.