Hubungan Antara Proses Pencernaan dan Sembelit

SembelitBanyak orang merasa khawatir bila tidak buang air besar beberapa hari atau paling sedikit satu kali sehari. Sebetulnya keadaan demikian dapat dianggap masih cukup wajar.

Karena ada orang yang buang air besar 2-3 kali sehari, tetapi ada pula yang hanya tiga kali seminggu. Baru bila terjadi perubahan dalam pola buang air, bila tinja lebih sedikit atau lebih keras dari biasanya, maka tiba waktunya untuk mempertimbangkantindakan-tindakan yang tepat.

Terutama bila keadaan demikian disertai dengan perasaan nyeru atau penuh dalam perut yang tidak dapat diatasi dengan cara-cara sederhana, misalnya dengan memperbaiki susunan diet sehari-hari. Keadaan inilah yang disebut sembelit atau obstipasi.

Obsitipasi merupakan masalah penting terutama di negara-negara industri Barat, di mana makanan sehari-hari mengandung banyak bahan yang sudah digiling halus dan murnikan dari serat-serat gizinya.

Syukurlah bahwa diet orang indonesia secara tradisional lebih sehat karena mengandung banyak sayur-mayur dan buah-buahan yang kaya akan serat. Karena itu, pada hakikatnya obstipasi seharusnya tidak menjadi persoalan besar di negara kita.

Cara Kerja Saluran Cerna

Untuk dapat memahami makna sebetulnya dari obstipasi, perlu kita ketahui proses pencernaan dan cara kerjanya saluran cerna.

Proses pencernaan.

Makanan yang sudah dikunyah dan halus dan teraduk dengan ludah, dalam lambung diremas lagi bersama getah lambung (=asam klorida + enzim-enzim) menjadi suatu bubur cair (chymus).

Gerakan-gerakan lambung, yang disebut peristaltik, meneruskan chymus ini ke usus halus,  di sini berlangsung penguraian oleh enzim-enzim getah-usus.

Zat-zat gizi utama diuraikan menjadi bagian-bagian terkecil yang diserap oleh dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah. Kemudian sisanya terdiri dari zat-zat yang sukar dicernakan dan air (untuk 90%), dengan lambat laun digerakkan oleh peristaltik otot-usus ke arah dubur.

Selama perjalanan melalui usus besar sebagian besar dari air diserap oleh dingding usus dan chymus menjadi lebih padat, sedangkan bakteri-bakteri usus menyelesaikan proses pencernaan.

Akhirnya isi usus yang kini terdiri dari sejumlah serat yang tak dapat dicernakan, kuman-kuman serta sedikit air, meninggalkan tubuh sebagai tinja.

Lamanya perjalanan makanan dari mulut ke usus besar adalah cepat, antara dua dan tiga. Penurunan dari usus besar ke dubur memerlukan waktu yang jauh lebih lama, tergantung dari banyaknya serat dalam makanan.