IlmuPenyakit.com

Artikel terkait dengan "cara hilangkan benjolan yang ada di kelopak mata". Gunakan tombol Ctrl + F dan ketik kata kunci untuk mendapatkan artikel yang lebih akurat.
http://www.ilmupenyakit.com 0

Penyakit Lepra atau Kusta

Lepra atau kusta (bahasa sanskerta) adalah suatu penyakit infeksi kronis yang merusak terutama jaringan saraf dan kulit. Penyebabnya mycobacterium leprae ditemukan oleh dokter Norwegia Hansen (1873, wafat 1912), maka lepra disebut juga penyakit Hansen....

http://www.ilmupenyakit.com 0

Penularan Penyakit TBC

Penyakit TBC ditularkan dari orang ke orang, terutama melalui saluran nafas dengan menghisap atau menelan tetes-tetes ludah/dahak (droplet infection) yang mengandung basil dan dibatukkan oleh penderita TBC terbuka. Atau juga karena adanya kontak antara...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Penyebaran Penderita TBC

Penyakit TBC tersebar diseluruh dunia dengan sepertiganya telah terinfeksi, disamping banyak kasus baru (insidensi) kurang lebih 8 juta pertahun dengan angka kematian meningkat sampai 2-3 juta manusia per tahun. Dilaporkan bahwa diseluruh dunia setiap...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Mycobacteria dan Pencegahan TBC

Mycobacteria lain. Pengidap AIDS kini semakin sering dihinggapi infeksi dengan berbagai jenis Mycobacteria lain (“atipis” tidak khas), seperti mycobacterium avium intracellulare (MAI) yang terdapat di air dan tanah. Mikroorganisme ini pada umunya bersifat resisten...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Infeksi Primer TBC

Setelah terjadi infeksi melalui saluran nafas, didalam gelembung paru (alveoli) berlangsung reaksi peradangan setempat dengan timbulnya benjolan-benjolan kecil (tuberkel). Sering kali system tangkis tubuh yang sehat dapat memberantas basil dengan cara menyelubunginya dengan jaringan...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Gejala dan Pengobatan Virus SARS

Gejalanya Yang terutama adalah demam tinggi (99%) sampai melebihi 380C, batuk tidak produktif (69%), myalgia (sakit otot) (49%) dan dyspnoe (sesak nafas) (42%). Gejala lain adalah sakit kepala, diare (10-20%) dan sebagian besar menderita...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Gejala Virus Dengue

Gejalanya berupa demam menggigil sampai 400C, nyeri sendi dan otot hebat, terutama di tungkai, sakit kepala berat, nyeri otot/persendian dan timbulnya bintik-bintik merah (petechiae) yang khas dimuka, kaki dan tubuh. Setelah 2-4 hari demam...

http://www.ilmupenyakit.com 0

HIV dan AIDS

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau Sindroma Cacat Kekebalan Dapatan merupakan epidemic mikroorganisme terpenting, dari abad ke-20, yang untuk pertama kalinya disinyalir di AS pada awal tahun 1980-an. Penyebabnya adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus)...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Slow Virus dan Virus Baru

Virus-virus baru Pada dasawarsa terakhir dunia telah dilanda sejumlah penyakit Virus baru yang hebat dan sering kali bersifat epidemic. Yang paling ganas adalah AIDS yang diakibatkan infeksi dengan HIV. Meskipun adanya ikhtiar bersama secara...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Melanoma Maglinant

Melanoma maglinant merupakan  neoplasma maglina dengan terdapatnya melanosit (sel-sel pigmen) dalam lapisan epidermis maupun dermis (dan kadang-kadang sel subkutan). Melanoma maglinant merupakan jenis kanker kulit yang paling mematikan dan menyebabkan sekitar 2 % dari seluruh...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Jenis Veruka dan Angioma

Veruka (kutil, wart). Veruka merupakan tumor kulit benigna yang sering ditemukan dan disebabkan oleh infeksi virus human papiloma yang tergolong ke dalam kelompok virus DNA. Semua kelompok usia dapat terkena, kendati keadaan ini paling...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Nekrolisis Epidermis Toksik

Nekrolisis epidermis toksik (NET) merupakan penyakit kulit yang berat yang berpotensi untuk menimbulkan kematian; penyakit ini merupakan bentuk eritema multiforme yang paling parah. Mortalitas akibat NET mendekati 30%. Etiologinya tidak diketahui, tetapi kemungkinan berhubungan...

http://www.ilmupenyakit.com 0

Obat Ter dan Anthralin Untuk Psoriasis

Terapi topikal Preparat yang dioleskan secara topikal digunakan untuk melambatkan aktifitas epidermis yang berlebihan tanpa mempengaruhi jaringan lainnya. Terapi dengan preparat ini cenderung mensupresi epidermopoisis (pembentukan sel-sel epidermis) Formulasi ter mencakup lotion, salep, pasta,...