Pencegahan Penularan Penyakit dengan Vaksinasi

Imigrasi dan Vaksinasi

Insiden penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi seperti campak, mumps, rubella dan difteria juga dipengaruhi oleh imigrasi dari Negara berkembang. Kampanye vaksin dinegara berkembang sering memaksa bidang financial dan logistic.

Kemudian, imigran dari beberapa area yang pada populasinya terdapat peningkatan munculnya penyakit, pada gilirannya akan meningkatkan insiden dari penyakit.

Penting disini untuk meningkatkan program vaksinasi di semua lokasi, meliputi imigran untuk menurunkan risiko kesehatan langsung lain, dan untuk menurunkan risiko epidemic pada individu yang sesuai.

Imigrasi dan Tuberculosis

Imigasi selalu mempunyai pengaruh penting dalam dinamika epidemiologi TB di Amerika Serikat. Tuberkulosis adalah penyebab kematian utama di Negara berkembang.

Imigrasi dari Amerika Serikat dari beberapa Negara menambah jumlah penduduk Amerika Serikat yang merupakan penderita penyakit baik laten maupun aktif.

Potensi penularan menjadi lebih besar karena beberapa turis dan imigran mengunjungi dan tinggal dikota yang lebih besar, yang merupakan pusat epidemic HIV.

Usaha penyaringan  protein dimurnikan (purified protein derivative [PPD]) tidak menyediakan informasi tentang ketidak efektifan pejamu. Kompleksitas interpretasi PPD meningkat karena biasa menggunakan vaksin BCG (bacilli Calmette-Guirin) di beberapa Negara asing.

BCG adalah vaksin yang dirancang untuk melindungi dari TB, tetapi keefektifannya bervariasi. Setelah menerima BCG, individu sering menunjukkan PPD positif untuk waktu yang lama, yang akan mempengaruhi interpretasi penyaringan terhadap terinfeksi TB.