Penyakit Influenza

Influenza

Influenza adalah penyakit virus akut yang dapat diprediksi dan penyakit periodic yang menyebabkan epidemic diseluruh dunia. Epidemic terjadi setiap 2 sampai 3 tahun dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Selama epidemic, peningkatan rata-rata mortalitas umum dilihat sebagai kontribusi langsung pada influenza dan menyertai pneumonia dan kardiopulmonal kronik lain sebagai akibatnya. Diperkirakan lebih dari 70.000 kematian antara tahun 1977 dan 1988 disertai influenza  atau gejala sisanya pada kelompok rentan.

Patofisiologi

Virus mudah disebarkan dari pejamu satu kepejamu lain. Sumber terinfeksi secara khas mengelurkan lebih dari 1 juta partikel virus infeksius permiliter sekresi.

Diperlukan jumlah kecil partikel virus untuk terjadi penularan. Factor yang berperan pada potensi epidemic penyakit ini. Selain itu, virus mempunyai variasi yang sangat tinggi dari generasi ke generasi.

Infeksi sebelumnya dari influenza tidak merupakan jaminan perlindungan terhadap terpajannya lagi pada subtip lain yang berbeda atau dengan subtib yang mengalami perubahan antigenic.

Umumnya, epidemic terjadi tiba-tiba dan mempunyai rata-rata serangan yang tinggi. Aktivitas puncak untuk influenza adalah pada 6 sampai 8 minggu pada bulan musim dingin.

Selama epidemic di komunitas, terjangkitnya penyakit dirumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan luas biasa terjadi, pada pediatric, perawatan kronik, dan mempengaruhi bidang kedokteran.

Virus influenza ditularkan dari seseorang pada orang lain dengan tersebarnya droplet pada saluran pernapasan atas dari seseorang yang terpajan. Penularan paling sering terjadi 3 hari pertama sakit, tapi virus yang tersembunyi dapat dimiliki pada periode sebelum gejala tampak.

Manifestasi klinis

Gejala dari influenza bervariasi diantara pejamu. Umumnya terdapat tiba-tiba pada gejala multipel meliputi demam, dingin, sakit kepala, otot luka, anoreksia dan batuk.

Dalam waktu singkat timbul demam dan memburuknya gejala pernapasan atas. Pasien biasanya mulai sembuh pada hari keempat, tapi batuk dan beberapa tingkat kelemahan mungkin tetap ada untuk periode waktu yang lama.

Komplikasi

Influenza berat dapat berperan terhadap pneumonia virus atau melapisi pneumonia bakteri. Risiko memburuknya penyakit meliputi pada lansia dan mereka dengan imunosupresi, diabetes, gagal ginjal kronik atau penyakit paru kronik.

Penatalaksanaan

Tujuan penatalaksanaan adalah untuk menghilangkan gejala, mengatasi komplikasi, dan pencegahan penularan pada orang lain.

Pasien didorong untuk beristirahat dirumah untuk meningkatkan rasa nyaman dan menurunkan penularan. Batuk dapat dikontrol dengan kombinasi ekspektoranantitusif.

Asetaminofen sering digunakan untuk sakit kepala dan mialgia. Aspirin tidak diberikan pada anak karena berhubungan dengan sindrom Reye. Seperti juga penyakit febril yang biasanya, pasien didorong untuk minum banyak air.

Amantadin hidrokhorid dan rimantadin hidrokhlorid telah menunjukkan agens yang efektif mengatasi influenza A, tapi tidak dapat mengatasi influenza B. amantadin paling efektif saat diberikan sebelum terpajan dan mungkin diberikan pada kelompok dari pasien dalam rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain pada saat diketahui terjangkitnya influenza dimasyarakat.

Untuk mereka yang mengalami gejala influenza, keefektifan amantadin ditingkatkan dengan memberikannya dalam dua hari pertama dari gejala.