Pencegahan dan Perawatan Rocky Mountain Spotted Fever

Awal diagnosis adalah penentuan hasil yang penting. Kemudian, pemasukan Rocky Mountain Spotted Fever (RMSF)  kedalam program diagnostic untuk pasien sakit kepala dan penyakit demam, khususnya selama musim kutu. Konfirmasi laboratorium terhadap RMSF biasanya dibuat dengan tes serologic.

Tetrasiklin dan doksisiklin adalah pengobatan pilihan terhadap penyakit riketsia. Pasien yang sakit parah harus dirawat di unit perawatan intensif.

Pengukuran kateter arteri paru digunakan untuk mengetahui penggantian cairan dan elektrolit. Pasien mungkin membutuhkan transfuse darah.

Penatalaksanaan keperawatan digunakan untuk menurunkan demam, kondisi tidak mampu beristirahat dan nyeri. Pasien diposisikan secara hati-hati karena sakit pada kemungkinan edema berat dan nekrosis karena vaskulitis.

Daerah abdomen, lengan dan kaki diukur menurut interval tertentu untuk menentukan edema yang luas. Karena pasien mungkin mengembangkan gagal ginjal, masukan, dan haluaran dipantau.

Kampanye pencegahan RMSF ditujukan untuk pendidikan pada individu untuk menghindari gigitan dengan menggunakan kain yang mampu melindungi, menggunakan ripelan kutu, dan secara cermat mencari dan menghilangkan kutu.

Penularan penyakit biasanya terjadi setelah infeksi gigitan selama beberapa jam. Pemeriksaan yang sering pada kulit, kulit kepala, dan baju akan membantu menemukan dan membuang kutu sebelum infeksi terjadi. Hewan peliharaan juga diperiksa untuk pencarian kutu secara teratur.

Kutu dapat dihilangkan dengan jepitan. Jalan lain untuk mengurangi kutu dikulit. Perawatan harus diberikan untuk menghindari penghancuran kutu, mengkontaminasi kulit yang rusak dengan sekresi kutu terinfeksi, atau meninggalkan bagian dari kutu ada dikulit. Dengan segera setelah pembuangan kutu, gigitan kutu didisinfeksi, dan tangan dicuci.