Informasi Tentang Penyakit Kanker Tonsil

Kanker tonsil  atau yang biasa orang awam menyebutnya dengan sebutan kanker amandel ini, merupakan jenis kanker ganas yang menyerang bagian amandel. Penyakit kanker tonsil ini sangat sering menyerang kaum pria yang memiliki kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Seperti yang kita ketahui bahwa amandel atau tonsil ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus dan bakteri yang masuk melaui hidung dan mulut.

Amandel ini bisa disebut juga sebagai penyaring virus karena sistem kerjanya yaitu menyelimuti virus–virus berbahaya tersebut dengan sel–sel darah putih sehingga tidak dapat masuk ke dalam tubuh. Apabila amandel mengalami infeksi ringan maka tubuh secara otomatiis akan membuat antibody khusus terhadap infeksi tersebut.

Gejala kanker tonsil

Penyakit amandel atau kanker tonsil itu bisa dideteksi dari gejala awalnya yang berupa nyeri di tenggorokan yang kemudian menjalar ke telinga pada sisi yang sama dengan amandel yang terkena. Kanker tonsil juga bisa dideteksi dengan melihat suatu benjolan yang muncul di sekitar leher karene kelenjar getih bening sudah terkena efek kanker tonsil tersebut. Setelah timbul benjolah getah bening baru gejala lain timbul. Untuk memastikan apakah memang gejala tersebut adalah gejala kanker tonsil atau amandel maka pemeriksaan oleh dokter dengan alat-alat kedokteran harus dilakukan.

Penyebab kanker tonsil

Penyebab utama dari kanker tonsil adalah kebiasaan merokok dan sering minum alkohol. Kebiasaan merokok dan minum alkohol ini juga bisa menjadi penyebab dari  jenis kanker yang lain. Pada kasus kanker tonsil, penyakit ini lebih sering menyerang pria yang berhubungan erat dengan merokok dan pria yang mengkonsumsi alkohol.

Diagnosa kanker tonsil

Sebelum melakukan diagnosa, maka harus dilakukan biopsi terlebih dahulu pada jaringan amandel. Karena kebiasaan merokok dan minum alkohol juga berhubungan dengan penyakit kanker yang lainnya, maka harus dilakukan pemeriksaan laringoskopi, bronkoskopi dan esofagoskopi.

Deteksi dini bisa dinilai dari ada  atau tidaknya rasa nyeri pada tenggorokan dimana ini adalah gejala awal dari penyakit kanker tonsil. Selain itu kanker tonsil juga bisa dideteksi  melalui ada atau tidaknya suatu benjolan yang muncul pada sekitar leher. Jika terdapat benjolan, maka dokter akan segera memastikan apakah itu termasuk gejala kanker tonsil.

Diagnosa dilakukan dengan mengambil sedikit sampel jaringan kanker tonsil (biopsi). Selain itu juga akan dilakukan pemeriksaan  laringoskopi, bronkosopi dan esofagoskopi karena penyakit ini mempunyai hubungan yang kuat dengan rokok dan alkohol.

Diagnosa harus dilakukan sesuai dengan prosedur karena jika dokter mengalami kesalahan dalam diagnosa, maka dokter juga akan salah memberikan obat. Akibatnya penyakit kanker tonsil tidak akan bisa sembuh.

Pengobatan kanker tonsil

Pengobatan kanker tonsil terdiri dari dua cara yaitu dengan cara :

1.   Pembedahan

Pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor, kelenjar getah bening leher dan sebagian rahang. Proses penanganannya dengan cara membuat irisan kecil pada leher, lalu mengangkat tumor kelenjar getah bening dan sebagian rahang. Proses pembedahan ini berlangsung cepat dan tidak terlalu sakit.

Proses pembedahan tidak memiliki efek samping yang berbahaya, namun pada pasien akan  mempunyai bekas luka yang tidak bisa hilang seperti halnya bekas operasi cesar pada ibu yang melahirkan.

2.   Radiasi (Penyinaran)

Sinar radiasi yang dipancarkan akan menembus kulit dan langsung mengenai sel kanker yang ada di leher dan juga rahang. Penyinaran ini akan mematikan sel–sel kanker tonsil yang mengendap di dalam tubuh. Setelah itu, dilakukan terapi sinar infra merah untuk memanaskan daerah leher dan kanker tonsil agar peredaran darah menjadi lancar. Sinar yang dipakai di sini adalah sinar radiasi dan juga sinar infra merah.

Pasien tidak akan mengalami rasa sakit, tidak akan mempunyai luka yang sulit hilang, tidak perlu menjalani rawat inap di rumah sakit, dan sel kanker tidak akan tersisa di dalam tubuh.

Namun, pasien harus rutin untuk melakukan terapi ini karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Efek samping terapi ini adalah pasien akan mengalami kerontokan rambut apabila terkena sinar radiasi dalam jangka waktu yang lama.

Pencegahan kanker tonsil :

  • Sebaiknya hindari minuman yang dingin karena minuman yang dingin bisa mengakibatkan radang amandel semakin parah.
  • Selain itu, hindari semua makanan yang pedas, asam, atau terlalu panas atau dingin.
  • Hindari juga minuman yang terlalu dingin.
  • Hindari juga makanan atau minuman yang mengandung bahan pengawet.

Oleh sebab itu, jika anda terkena kanker tonsil segera cek ke dokter untuk penanganan secepatnya sebelum sel kanker tersebut menjadi besar.