Patofisiologi dan Proses Infeksi Tuberkulosis

Patofisiologi

Proses infeksi M. tubercolosis bervariasi pada pejamu yang berbeda. Penyakit paru biasanya muncul, tetapi infeksi dapat terjadi pada daerah lain, meliputi meninges, ginjal, tulang, dan nodus limfe.

Tampaknya semua penularan TB terjadi dari infeksi paru dengan adanya pelepasan organism melalui bersin, batuk, dan tertawa atau pengeluaran ke udara. Saat pasien TB batuk, inti droplet terdapat diudara dan diisap orang lain. Sebagai droplet, organism dapat menyerang mekanisme perlindungan di jalan napas dan mencapai alveoli.

Pada keadaan ini dapat dikatakan bahwa pasien mengalami infeksi primer. Organism dilingkupi oleh makrofag nonspesifik  dan disebarkan dari paru melalui hematogen dan system limfa keseluruh tubuh.

Setelah itu organism dikenali oleh sel T dan reaksi kekebalan spesifik mulai berkembang. Sering kekebalan ini tidak membunuh organism, tapi membuat periode laten selama beberapa bulan sampai beberapa tahun. Selama keadaan laten, organism hidup tapi tidak berproduksi dan meskipun tidak sakit, pejamu tetap terinfeksi.

Proses infeksi

Meskipun proses infeksi umum secara laten tidak menunjukkan gejala sepanjang hidup, sekitar10% dari mereka yang terinfeksi menjadi sakit TB.

Dengan integritas kekebalan yang menurun karena malnutrisi, infeksi HIV, supresi kekebalan imunoterapi, atau bertambahnya usia, imunologi menjadi tidak efektif dan dapat terjadi lesi patologik.

Dengan pembaharuan pertumbuhan organism, lesi dapat tumbuh dan kavitasi mungkin timbul pada area yang terinfeksi. Diparu (dimana lebih dari 80% penyakit ditemukan) kavitas menjadi area deposit bagi bakteri TB dalam jumlah besar bersama debris dari destruksi sel dan sel imunologi lain.