Cara Mengobati Benjolan Pada Payudara

Abses payudara adalah benjolan atau abses yang berada pada payudara karena disebabkan oleh infeksi bakteri. Radang jaringan payudara dapat menimbulkan rongga tempat nanah mengumpul, hal ini sangat sulit ketika seorang ibu menyusui anaknya. Benjolan di payudara merupakan kasus yang jarang terjadi, karena hanya dialami 6 dari 100 ibu menyusui.

Awalnya mastitis (radang pada kelenjar air susu) terbentuk pada jaringan payudara dan kemudian berkembang menjadi abses payudara. Dalam abses apapun akan ada pembentukan nanah di dalam jaringan tubuh. Bakteri Staphylococcus menyebabkan infeksi payudara dan bakteri ini dapat menembus ke dalam kulit melalui celah-celah kecil yang ada di puting. Infeksi ini disebut mastitis yang terbentuk di dalam jaringan lemak yang membentuk nanah seperti bisul.

Abses payudara dapat diobati dengan antibiotik dan seorang ibu menyusui harus selalu menjaga kebersihan tubuhnya.

Gejala:

Pembesaran payudara karena pembengkakan, benjolan atau pembentukan abses di payudara, gatal, nyeri payudara, dan demam adalah beberapa gejala abses payudara. Benjolan akan terasa pedis ketika disentuh, hal ini dapat menyebabkan demam tinggi atau gejala seperti flu. Benjolan pada payudara akan menyebabkan kelenjar getah bening di ketiak bisa bengkak dan sakit sehingga sulit untuk menggerakkan tangan.

Penyebab:

Abses payudara disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus aureus. Memasuki payudara melalui celah-celah saluran puting. Seorang ibu dengan penderita diabetes rentan mengalami mastitis sehingga memicu abses payudara. Demikian pula denagn ibu yang telah menjalani operasi payudara lebih memiliki resiko mengalami abses payudara.

Faktor Risiko:

Para ibu yang tidak menjaga jadwal makan, tidak menyusui bayi dengan benar, memakai bra terlalu ketat, stres dan merokok dapat menyebabkan abses payudara pada ibu menyusui.

Pencegahan:

Ibu menyusui harus menjaga kebersihan yang baik dengan membersihkan payudara setiap selesai menyusui. Hindari merokok dan menjaga berat badan yang sehat.

Diagnosa:

Pemeriksaan fisik semata dari benjolan payudara cukup untuk mendeteksi abses payudara. Teradang dokter akan melakukan tes WBC untuk mengukur jumlah sel darah putih untuk mengetahui reaksi kekebalan tubuh. Jika diperlukan dokter akan mengumpulkan sampel susu untuk mendeteksi jenis organisme yang menyebabkan infeksi.

Pengobatan:

Seringkali, abses payudara dapat dengan mudah dihilangkan tanpa perlu operasi. Dokter akan menekan benjolan dengan jarum untuk mengeluarkan nanah tersebut. Abses berukuran kecil dapat dikeringkan menggunakan jarum dan kateter atau metode bedah lain digunakan untuk menguras abses payudara berukuran besar.

Dokter akan meresepkan antibiotik setelah menguras abses untuk penyembuhan. Dalam kasus abses yang di dalam jaringan (bukan dipermukaan kulit) ibu diberikan anestesi lokal untuk menghilangkan abses tersebut.

Antibiotik seperti eritromisin, penisilin, dan sefalosporin diresepkan untuk mengobati abses payudara.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter Anda apakah Anda bisa menyusui setelah melakukan operasi. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya abses payudara.

Pebgobatan Yang Dapat Dilakukan Dirumah:

– Anda dapat megoleskan madu pada abses karena madu merupakan antibiotik yang sangat baik untuk menyembuhkan infeksi bakteri.

– Terapkan kompres hangat atau dingin pada daerah yang terkena untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

Bagi wanita yang tidak menyusui dapat menggunakan krim pelembab payudara.