Abses Kulit

Abses kulit atau bisul disebabkan oleh reaksi inflamasi terhadap proses infeksi (bakteri atau parasit). Bisul dapat berkembang karena adanya minyak terhambat (sebaceous) dalam kelenjar kulit. Abses kulit juga dapat berkembang setelah dilakukan operasi kulit.

Organisme menular atau benda asing menyebabkan reksi inflamasi dalam tubuh, yang memicu sistem kekebalan tubuh membentuk rongga atau kapsul mengandung infeksi dan mencegah penyebaran ke bagian lain dari tubuh.

Organisme bakteri yang paling umum bertanggung jawab untuk pengembangan abses kulit “Bisul” yaitu Staphylococcus aureus, meskipun ada berbagai organisme lain juga dapat menyebabkan pembentukan bisul.

Mereka yang berisiko tinggi mengalami abses kulit yaitu mereka yang memiliki penyakit seperti: Orang yang melakukan terapi steroid kronis, Kemoterapi, penderita diabetes, kanker, gagal ginjal, AIDS, Penyakit pembuluh darah perifer, Penyakit Crohn, Colitis, Luka bakar dan yang mengalami Trauma berat.

Diagnosis Bisul:

Dokter mengumpulkan informasi tentang hal-hal yang anda alami selama mengidap penyakit tersebut, adapun hal umum yang ditanyakan seperti:

– Sudah berapa lama Anda (pasien) mengalami abses kulit?
– Apakah Anda (pasien) ingat penyebab awal munculnya bisul ini
– Obat apa yang Anda minum jika terjadi kondisi medis yang serius atau kronis
– Apakah Anda (pasien) memiliki alergi?
– Anda (pasien) mengalami demam di rumah?
– Dokter akan memeriksa bisul di daerah penyakit yang Anda alami. Jika dekat anus atau vagina pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan dubur atau vagina. Jika terjadi pada tangan atau kaki, dokter akan memeriksa pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha atau di bawah lengan.

Pengobatan Bisul:

– Jika radang ringan (kurang dari 1 cm atau kurang dari ½ inci), kompres hangat ke daerah selama sekitar 30 menit, empat kali sehari.

– Jangan menekan radang penyakit Anda. Hal ini dapat mendorong bakteri atau benda asing yang terinfeksi ke jaringan yang lebih dalam.

– Jangan mencoba untuk mengkorek kulit karena dapat melukai pembuluh darah dan dapat menyebabkan infeksi.

– Dokter akan melakukan tes darah dan studi pencitraan, meskipun tindakan ini jarang dilakukan.