Indikator Tumor dan Biomarker Kanker Prostat

Indicator tumor

Selain sedimentasi tinggi dan hemoglobin rendah, juga tersedia sejumlah bio markers penting di dalam darah.

Yang terutama adalah PSA (prostate specific antigen), alfa-FP (alfa-fetoprotein) dan beta-HCG (beta-human chorionic gonadotrophin).

Nilai yang meningkat memberikan indikasi yang agak spesifik adalah CEA (carsino-embrionic antigen) (0-4 mcg/l) dan CA 125 (carsino antigen), namun berguna untuk memonitor efek terapi terhadap kanker tersebar dari masing-masing lambung usus dan mamma, ovarium/epitel lain.

Biomarker kanker prostat.

Kebanyakan bentuk kanker prostat diserta PSA yang meningkat (diatas 10 mcg/l). Awal tahun 1998 di AS ditemukan suatu protein IGF1 dengan fungsi sinyal untuk kanker prostat pada pria dengan resiko yang meningkat.

Protein ini menurut perkiraan merupakan marker tumor yang lebih baik, karena dapat dideteksi di dalam darah beberapa tahun lebih dini dari pada PSA. Namun nilai tinggi dapat juga disebabkan oleh prostatis atau pembesaran prostat.

Gen-gen dikemudian hari mungkin dapat digunakan sebagai marker tumor umum, misalnya dengan jalan tes warna untuk mendeteksi gen supresi-tumor p53 yang termutasi.

Begitu pula adanya gen-gen BRCA1 dan BRCA2 dapat ditentukan pada wanita dengan sejarah kanker buah dada dikeluarganya.

Akhir-akhir ini telah dikembangkan suatu tes pewarnaan untuk mendeteksi gen p53 yang termutasi, yang memberikan indikasi mengenai terganggunya siklus sel dan dimulainya pertumbuhan sel-sel ganas.

Tes ini mungkin dapat digunakan secara rutin dalam klinik untuk screening kanker dan sebagai marker untuk memonitor progress kanker.

Klasifikasi tumor dilakukan dengan system TNM, di mana T = Tumor, N = Nodul dan M = metastasis. T 1-3 menyatakan besarnya tumor, N 1-3 luasnya kelenjar limfe yang terlibat, dan M 0-1 ada/tidaknya metastase.