Zat Karsinogen Dari Makanan

Zat-zat karsinogen

Adalah zat-zat yang dapat mengakibatkan tumor melalui kontak dengannya (local, inhalasi) atau secara oral (usus).

Ada banyak zat kimiawi yang bersifat karsinogen, misalnya ter yang terbentuk dari pembakaran tembakau dan kertas: antara merokok dan kanker paru, tenggorok dan kandung kemih terdapat hubungan langsung yang jelas. Selain itu antara serat-serat asbes dan nikel (Ni) yang terdapat di udara dan kanker paru.

Obat-obat yang bekerja karsinogen antara lain semua zat alkilasi, azatioprin, doksorubisin, daunorubisin dan prokarbazin (leukemia), hormone-hormon wanita (dietilstilbestrol = DES kanker vagina dan endometriuma), fenasetin (ginjal, hati) dan fenitoin, juga metronidazol dan ter arang batu (Liq. Carbonis detergens).

Makanan juga dapat mengandung zat-zat kimiawi yang berdaya karsinogen langsung atau setelah interaksi dengan zat lain di dalam tubuh.

Beberapa zat karsinogen terkenal berasal dari makanan adalah sebagai berikut:

1. Nitrosamin, yang antara lain terdapat dalam lemak babi dan diuapkan pada proses penggorengan. Didalam usus zat-zat ini dapat terbentuk sebagai hasil reaksi dari nitrit dengan amin (hasil perombakan protein). Pembentukan nitrosamine ini dapat dihindari oleh vitamin C.

2. Nitrat terdapat dalam banyak sayur-mayur, terutama yang dibiakkan dengan pupuk buatan berlebihan, khususnya bayem.

Oleh karena bayam yang sudah diolah sebaiknya dimakan habis karena bila disimpan pada suhu kamar segera akan membentuk nitrit.

Penggunaan kaliumnitrat sebagai pengawet dan untuk memberikan warna segar (merah) pada daging sudah dilarang di kebanyakan Negara Barat! Nitrat direduksi menjadi nitrit oleh flora usus.

Vitamin C (0,5-1 g/hari) ternyata dapat mencegah bersenyawanya nitrit dengan amin menjadi nitrosamine.

3. Benzpiren adalah suatu inductor enzim yang antara lain terdapat pada asap rokok dan gas buangan mobil.

Zat ini juga terbentuk saat pemanasan daging dan ikan diatas api langsung pada bagian yang terbakar hitam (gosong). Perhatian: panggang sate.

4. Asam desoksikholat terbentuk dalam usus pada perombakan kolesterol dan empedu.

5. Afloktosin dibentuk oleh jamur Aspegillus flavus yang berkembang biak pada kacang tanah, kelapa, jagung dan sebagainya yang disimpan di tempat lembab.

Berhati-hatilah dengan mentega kacang (pindakaas) yang berkualitas buruk, karena dapat mengandung aflatoksin!.

Ochratoksin yang terdapat pada jenis gandum tertentu di Eropa adalah zat karsinogen lain yang dibentuk oleh jamur aspergillus ochraceus pada proses pembusukan.

6. Zat-zat pewarna yang dipergunakan pada pembuatan kue, sirup, gula-gula dan sebagainya sering kali bersifat karsinogen pada binatang percobaan. Dalam sebuah daftar WHO dimuat zat-zat pewarna yang dianggap aman (GRAS list = Generally Recognized As Safe).

7. Lainnya: dioxin dan radon. Dioxin termasuk kelompok PCB (polychlorbifenyl, C12H10-xCLx), yang sangat toksis.

Dibentuk pada pembakaran sampah, bersifat lipofil, sukar didegradasi dan berkumulasi di jaringang lemak hewan dan ikan.

Karena berkhasiat karsinogen, teratogen serta menurunkan system imun dan kesuburan, sejak 1985 penjualan dan pemakaiannya dilarang.

Selama kurang lebih 50 tahun dioxin telah digunakan sebagai cairan pendingin di transfomator dan kondensator.

Radon adalah gas mulia yang terdapat di mana-mana dan terbentuk dari radium seusai degradasi. Bersifat radioaktif pula, hanya melepaskan sinar-sinar alfa.