3 Fase Inveksi HIV

Pada inveksi HIV dapat dibedakan tiga fase:

1. Fase pertama.

Orang yang terkena infeksi menjadi seropositif, artinya setelah 6 bulan di dalam darahnya dapat dideteksi HIV secara tak langsung (melalui antibodies).

Pada persentase kecil, beberapa hari setelah infeksi timbul gejala flu berat selama lebih kurang semiggu. Keluhan ini diakibatkan invasi dan replikasi dari ribuan HIV di dalam limfo-T

2. Fase kedua.

Kemudian system imun menangkap dan mengurung semua virus dikelenjar limfa, dimana replikasinya berlangsung terus. Jaringan yang terinfeksi dan HIV yang lolos dimusnahkan oleh masing-masing T-Killer cells dan antibodies. Proses ini berlangsung tanpa gejala.

Setiap tahun semakin banyak HIV dapat meloloskan diri dan masuk kedalam sirkulasi dan lebih banyak limfo T mati, sedangkan system imun menjadi semakin lemah.

3. Fase ketiga

Satu sampai 12 tahun kemudian jumlah HIV dalam darah (viral load) menjadi besar sekali dan jumlah limfo-T helpercells (CD+4) turun dari kurang lebih 1000 sampai kurang lebih 200/mm3.

Baru pada saat inilah penyakit AIDS menjadi nyata (full blown) dengan gejala-gejala klinis. Hanya lebih kurang 40% dari semua orang seropositif yang sebelumnya merasakan dirinya sehat, kini betul-betul menjadi sakit dengan keluhan-keluhan hebat. Pada sisanya (60%) tidak akan berkembang AIDS, yang sebab-sebabnya belum diketahui.