Mengenal Bagaimana Timbulnya Wasir

Untuk dapat memahami dengan baik proses terjadinya wasir, perlu kita ketahui yang terjadi di poros-usus pada saat kita buang air besar.

Pada hajat normal (tanpa mengedan) tinja lunak dengan perlahan datang dari atas menekan mengosongkan darah di badan-badan pengembang serta mendorongnya ke samping dinding.

Lalu otot lingkar dubur mengendur dan tinja dapat meninggalkan tubuh. Kemudian otot itu menutup diri lagi dan badan pengembang kembali ke bentuk aslinya.

Badan-badan pengembang terikat pada dinding usus dengan otot-otot kecil. Bila urat-urat ini hilang kelenturannya atau putus sama sekali, maka badan-badan tersebut tidak akan di tekan ke samping lagi oleh tinja, melainkan didorong ke bawah dan keluar dubur.

Serentak jaringan ini dipompa penuh dengan darah oleh tekanan yang meningkat dan mengembang. Kerusakan urat-urat dapat disebabkan oleh peradangan dinding usus (akibat infeksi oleh kuman) atau sering kali karena mengedan bilamana tinja sukar keluarnya.

Apabila bentuk tinja sangat keras dan bila mengedan dengan kuat, maka dara dalam pembuluh di badan pengembang terjepit dan tidak mengalir kembali ke jantung.

Oleh sebab itu terjadi pembendungan darah dan pembekakan dari penonjolan, pada saat inilah badan pangembang disebut wasir.

Wasir-luar dengan bekuan darah terjadi wasir-luar berisi gumpalan darah (trombus) akibat kurang bergerak dan sirkulasi buruk, seperti pada wanita hamil.

Gejalanya dapat terasa nyeri yang terus menerus, gatal, adanya bengkat, rasa terbakar, atau adanya peradangan. Tanda paling khas adalah warnanya merah, ungu, biru, atau hitam, tergantung dari bekuang darahnya. Bila anda menglami keadaan seperti ini sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan ke dokter.